Berita

Politik

Hatta Optimis Peringkat Kemudahan Bisnis Indonesia Naik

SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 17:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah bergerak cepat menyikapi survei soal kemudahaan berbisnis (doing business) 2014 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke 120. Bahkan, pemerintah telah menetapkan target berada di posisi 100 untuk beberapa tahun ke depan.

Demikian ditegaskan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa kepada wartawan di Universitas Sriwijaya, Palembang, Senin (4/11).

"Peringkat kita itu tidak turun, tapi sudah melompat 8 poin (dari peringkat 128), itu cukup bagus. Daya saing kita juga telah melompat 12 poin dan tetap akan kita pertahankan, kalau perlu kita tingkatkan," tegas Hatta.


Menurutnya, pemerintah juga telah melakukan banyak upaya dalam membantu meningkatkan iklim bisnis dan investasi dalam negeri. Salah satunya dengan memangkas perizinan yang berbelit-belit dan melakukan reformasi birokrasi secara agresif.

"Dengan berbagai kebijakan itu, nantinya kita harapkan ada loncatan yang cukup jauh dari iklim berinvestasi dan berbisnis di Indonesia," sambung Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.

Laporan yang dirilis Bank Dunia terkait peringkat kemudahan berbisnis (Doing Business) menempatkan Indonesia di posisi 120. Peringkat ini jauh dari posisi negara tetangga, seperti  Singapura yang duduk di peringkat pertama dan Malaysia di peringkat keenam.

Bahkan, beberapa kalangan juga memperkirakan jika negara-negara tetangga lainnya seperti Vietnam, Kamboja dan Myanmar berpotensi melewati posisi Indonesia dalam hal kemudahan berbisnis dan melakukan investasi.[dem]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya