Berita

hatta rajasa/net

Bisnis

Hatta Rajasa: Pembangunan Ekonomi Perlu Diimbangi Kepedulian Ekosistem

SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 16:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di balik kemajuan ekonomi yang tengah dirasakan sekarang, umat manusia ternyata sedang dihadapkan pada fenomena pemanasan global. Akibatnya, warga dunia berpotensi mengalami kerugian atas reduksi keanekaragaman hayati dan redupnya sejumlah kekayaan budaya yang dimiliki.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, saat menyampaikan orasi ilmiah mengenai upaya bangsa menyikapi tantangan pembangunan ekonomi global dalam  acara Dies Natalis Universitas Sriwijaya ke-53, di Palembang, Sumsel, Senin (4/11), mengatakan bahwa pembangunan ekonomi dituntut dapat memenuhi kebutuhan energi, pangan, transportasi, kesehatan, infrastruktur serta kebutuhan peradaban lainnya, secara makin berkelanjutan, makin berkeseimbangan dan makin berkeadilan.

Menurutnya, pembangunan ekonomi Indonesia tidak cukup mengedepankan pengendalian alam, seperti yang telah berlangsung selama satu setengah abad terakhir. Artinya, pengelolaan pembangunan ekonomi, yang selama ini hanya sebatas menggelorakan peningkatan produktivitas dan daya saing, harus segera ditransformasikan secara fundamental.


"Kedepan, kita harus melakukan pendekatan pembangunan ekonomi yang lebih berorientasi pada partisipasi dengan alam atau participation with nature. Pembangunan harus makin meningkatkan kepedulian dan keberpihakan bagi ekosistem," tandas putra daerah Palembang itu. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya