Berita

jokowi/net

Jokowi Dirindukan Publik karena Jadi Antitesa Kepemimpinan SBY

KAMIS, 31 OKTOBER 2013 | 14:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menetapkan tujuh kriteria pemimpin ideal di masa yang akan datang. Tujuh kriteria yang dimaksud adalah visioner, nasionalis-humanis, solidarity maker, risk taker, decisive, problem solver, dan punya komitmen moral.

Menurut pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Dwipayana, tujuh kriteria ideal calon pemimpin nasional sebagaimana disampaikan Din itu merupakan antitesa dari karakter kepemimpinan SBY. Ari pun setuju bila bila ada beberapa kepala daerah yang layak dipertimbangkan menjadi pemimpin nasional, seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.

"Tiga orang pemimpin ini punya panggung untuk membuktikan kepemimpinnya. Sehingga kinerjanya bisa terlihat jelas dari perubahan atau reform yang mereka lakukan. Bukan lagi sebatas yang mereka wacanakan," kata Ari saat dihubungi beberapa saat lalu (Kamis, 31/10).


Ari menjelaskan, ketidakpuasan atas kepemimpin SBY akan bisa ditemukan pada kebutuhan untuk mencari pemimpin yang risk taker, atau berani mengambil resiko; decisive yang dimaknai berani keluar dari dilema; dan problem solver, bukan justru problem maker.

Harapan ini, kata dia, adalah harapan atas transformasi karakter kepemimpinan nasional dari gaya kepemimpinan saat ini yang dianggap lemah, tidak berani ambil resiko, tdak berani mengambil keputusan dan senang berwacana. Dari situ, wajar ketika ada figur yang punya kriteria antitesa kepemimpinan SBY sangat diharapkan publik, seperti Jokowi yang dalam berbagai survei elektabilitasnya selalu di urutan teratas.

"Jokowi memiliki tipe kemimpinan antitesa dari kepemimpinan SBY," demikian Ari [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya