Berita

hmi/net

Ada Orang Kuat di Balik Kongres Tandingan HMI!

KAMIS, 31 OKTOBER 2013 | 11:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Gerakan untuk merencakan Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tandingan atau Kongres HMI lanjutan ke XXVIII yang akan dilaksanakan di Malang, Jawa Timur pada 8-10 November 2013 sudah berjalan cukup lama. Gerakan inipun mendapat sponsor dari kalangan senior.

"Dalam sejarah konflik dualisme HMI, selalu ada orang kuat di balik konflik itu. Konflik di HMI tidak pernah spontan apalagi sekedar gerakan instan," kata mantan Ketua PBHMI Periode 2006-2008, Jailani Paranddy, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 31/10)

Menurut Jailani, tradisi minta restu dari kalangan senior untuk melakukan sebuah gerakan kerap dilakukan kader-kader HMI. Artinya sebuah gerakan di HMI  tidak akan hadir begitu saja jika tidak ditopang secara moral dan materi oleh tokoh alumni HMI tertentu. Apalagi, panitia Kongres Tandingan Malang sudah mengatakan bahwa mereka didukung oleh alumni HMI dan oknum KAHMI.


"Perlu saya luruskan, mungkin secara formal, KAHMI tidak terlibat seperti apa yang dibantah oleh Presidium Majelis Nasional KAHMI Viva Yoga Mauladi. Tapi secara informal, ada alumni HMI atau KAHMI diam-diam mendorong kongres tandingan di Malang," tegasnya.

Soal motif di balik gerakan ini, Jailani menilai Ketua Umum PBHMI yang terpilih, Arief Rosyid, bukanlah ketua umum yang diinginkan oleh selera politik alumni HMI tertentu. "Konon kabarnya alumni yang bersangkutan tidak terima dengan kepemimpinan PBHMI saat ini, dan menganggap bahwa konflik di PBHMI belum selesai, makanya beliau mendorong Kongres tandingan," ujarnya.

Jailani mengatakan, dirinya tidak setuju dengan gerakan Kongres tandingan tersebut, meskipun mungkin hasil kongres HMI yang sudah berlangsung dan terpilihnya Arief Rosyid dianggap bermasalah. "Bagi kami menerima hasil kongkres kemarin adalah  cara bijak untuk meredam konflik. Karena tidak mudah menyelesaikan konflik di HMI. Apalagi itu sudah menyangkut soal posisi atau jabatan Ketua umum organisasi," tegasnya, sambil berharap kader HMI diberi kesempatan untuk memperbaiki internalnya sendiri. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya