Berita

Dahlan Iskan

Bisnis

Dahlan Ngaku Bentengi Pertamina Dari Intervensi

Dianggap Layak Ambil Alih Blok Mahakam
KAMIS, 31 OKTOBER 2013 | 10:00 WIB

Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan Pertamina siap mengambil-alih pengelolaan Blok Mahakam yang selama ini dikelola asing. Dia menjamin, dereksi Pertamina sudah siap mengelola blok migas di Kalimantan Timur itu.

“Tugas saya ringan, membentengi Pertamina dari intervensi siapapun. Saya percaya penuh pada tim direksi, komisaris, sepanjang tidak diganggu dan tidak dirusuhi,” kata Dahlan di Jakarta, kemarin.

Untuk itu, dia akan menjaga langkah Pertamina mengambila-lih Blok Mahakam agar tidak terganggu oleh berbagai pihak yang ingin menghalangi. “Akan muncul banyak fitnah kepada Pertamina, apakah mampu kelola Blok Mahakam. Pasti banyak pertanyaan seperti itu,” jelasnya.


Dahlan mengakui, banyak pihak yang ragu dengan kemampuan dan komitmen Pertamina mengambil alih dan mengelola Blok Mahakam. Namun, hal tersebut dijawab dengan prestasi Pertamina saat mengambil alih blok migas yang lain.

“Lihat Blok WMO (West Madura Offshore) membuktikan bahwa Pertamina bisa. Sudah terbantahkan, begitu diambil alih dan dipegang Pertamina, belum dua tahun WMO alami kemajuan besar,” ujarnya.

Sementara kalangan DPR berjanji akan membantu advokasi atas diambil-alihnya saham Blok Mahakam oleh pemerintah untuk diberikan pengelolaannya kepada Pertamina sebagai perusahaan milik negara.

“Kan kita mampu kelola Blok Mahakam. Kalau mampu, kenapa diberikan ke orang lain. Kalau kita mampu mengelola justru sangat bagus dan keuntungan pasti akan lebih optimal untuk kita,” tegas Wakil Ketua DPR Sohibul Imam.

Karena itu, pihaknya akan sekuat tenaga memberi advokasi untuk memperjuangkan Blok Mahakam kembali ke dalam negeri setelah puluhan tahun memberi keuntungan untuk perusahaan asal Prancis (Total) dan Jepang (Inpec).

Koordinator Pemuda Untuk Kedaulatan Energi (FPKE) Mu’min Elmin mengatakan, bangsa ini harus merdeka secara ekonomi. Apalagi dalam aturannya, setiap badan usaha yang telah berakhir kontrak kerjanya, wajib segera mengembalikan terminasi yang dalam penguasaannya kepada bangsa dan negara.

“Inilah saatnya pemerintah menentukan sikap mengelola sendiri apa yang menjadi miliknya,” tuturnya.

Mu’min menilai, regulasi liberal-kapitalistik yang selama ini dilakukan pemerintah hanya menguntungkan para pelaku dari perusahaan asing saja.

Padahal, penerimaan negara dari sektor energi sumber daya mineral sebesar 28 persen dari total APBN sebesar Rp 428 triliun pada 2012, atau terbesar kedua setelah pendapatan negara di sektor pajak. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya