Berita

ilustrasi/net

Dirjen Perhubungan Laut Harus Segera Sikapi Keluhan Rakyat Enggano

RABU, 30 OKTOBER 2013 | 11:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Salah satu pulau terluar atau pulau terdepan di Bengkulu adalah Pulau Enggano. Secara geografis, pulau ini memiliki potensi kelautan dan perkebunan yang sangat besar. Misalnya saja, ikan karang, ikan pelagis, jengkol, pisang dan karet.

Namun sayang, hasil tersebut sulit dipasarkan ke luar Pulau Enggano karena terbatasnya alat transportasi. Alat transportasi utama yang digunakan rakyat untuk keluar masuk ke Enggano hanya sebuah kapal roro dan satu kapal perintis, selebihnya kapal-kapal nelayan yang sewakut-waktu ke Bengkulu.

Berdasarkan pantauan Indonesia Maritim Institute (IMI), salah satu keluhan rakyat di Enggano adalah mahalnya biaya ferry untuk mobil atau truk yang mengakut komoditas dari Enggano ke Bengkulu. Satu buah mobil dicharge Rp 1 juta, sementara harga untuk truk bisa berbeda-beda. Bahkan, muatannya pun kena charge berbeda lagi.


"Keluhan ini sangat realisitik, karena akan mengurangi nilai jual barang karena terlalu tingginya biaya transportasi," kata Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan, beberapa saat lalu (Rabu, 30/10).

Kondisi ini, kata Paonganan adalah hasil riset yang dilakukan oleh Tim dari Indonesia Maritime Institute (IMI) pada pertengahan Oktober ini. Dan erdasarkan hal tersebut, IMI mendesak Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perhubungan Laut dan Perhubungan Darat, segera melakukan tindakan kepada operator kapal roro dan kapal perintis yang beroperasi melayani rute Bengkulu-Enggano.

"Bukankah layanan tersebut mendapatkan subsidi APBN?" demikian Paonganan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya