ilustrasi/net
ilustrasi/net
Namun sayang, hasil tersebut sulit dipasarkan ke luar Pulau Enggano karena terbatasnya alat transportasi. Alat transportasi utama yang digunakan rakyat untuk keluar masuk ke Enggano hanya sebuah kapal roro dan satu kapal perintis, selebihnya kapal-kapal nelayan yang sewakut-waktu ke Bengkulu.
Berdasarkan pantauan Indonesia Maritim Institute (IMI), salah satu keluhan rakyat di Enggano adalah mahalnya biaya ferry untuk mobil atau truk yang mengakut komoditas dari Enggano ke Bengkulu. Satu buah mobil dicharge Rp 1 juta, sementara harga untuk truk bisa berbeda-beda. Bahkan, muatannya pun kena charge berbeda lagi.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17
Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00
Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39
Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01