Berita

ilustrasi, Petani kelapa Sawit

Bisnis

Bela Petani Sawit, Pemerintah Jangan Mau Didikte LSM Asing

Kampanye Negatif CPO Indonesia
RABU, 30 OKTOBER 2013 | 10:00 WIB

Pemerintah diminta tidak lemah menghadapi kampanye hitam yang dilakukan lembaga swadaya asing (LSM) asing. Kampanye hitam itu dilakukan guna mendiskreditkan Indonesia, terutama terkait perang dagang komoditas di pasar global.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Subagyo menegaskan, upaya LSM asing termasuk Greenpeace untuk menghambat pertumbuhan komoditas unggulan Indonesia akan dilakukan dengan berbagai cara. “Ini sudah termasuk intervensi terhadap kedaulatan NKRI, ini berbahaya,” tegasnya.

LSM asing, yakni Greenpeace, berupaya mendiskreditkan petani sawit dengan cara melarang pabrik kelapa sawit (PKS) membeli tandan buah segar dari pihak ketiga, termasuk petani yang diduga melakukan deforestasi.


“Kami minta Presiden tidak mudah memenuhi LSM asing, jangan goyah,” imbuh Firman.

Pengamat Center for Strategic and International Studies  (CSIS) J Kristiadi juga menilai, kentalnya intervensi LSM asing terhadap kebijakan pemerintah.

“Intervensi asing telah masuk ke jantung pemerintah kita, ini harus dicegah,” tegasnya.
Menurut dia, kebijakan pemerintah semestinya lebih diarahkan pada pengembangan potensi lokal, termasuk petani dan sumber daya alam. “Pemerintah jangan mau terus didikte asing,” ucapnya.

Kalangan petani kelapa sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyatakan, produktivitas petani lokal terkendala kampanye negatif yang dilakukan sejumlah LSM asing.

Kampanye negatif yang dilakukan dengan berbagai cara itu, merugikan petani sawit dan menghambat pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Asmar Arsjad menegaskan, salah satu bukti adanya kampanye negatif dapat dilihat dari upaya Greenpeace mematikan petani sawit dengan pernyataan bahwa pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah menerima standar roundtable on sustainable palm oil (RSPO) dilarang membeli tandan buah segar (TBS) dari pihak ketiga, termasuk petani yang melakukan deforestasi.

Asmar mengungkapkan, kampanye hitam yang dilakukan Greenpeace telah merugikan petani dan negara. Karena itu, pemerintah diimbau berhati-hati dalam bersikap terhadap Greenpeace dan LSM asing.

“Jangan memberikan izin kepada Greenpeace dan penelitian LSM asing ke sawit Indonesia, karena mereka akan mencari kesalahan Indonesia,” katanya.

Asmar juga mempertanyakan mengapa Greenpeace tidak ribut soal limbah Freeport di Papua. Padahal, limbah Freeport mencapai 400 ribu ton per hari.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya