Berita

foto:net

Bisnis

FITRA: "Open Access" Mematikan PGN

RABU, 30 OKTOBER 2013 | 02:36 WIB | LAPORAN:

Penerapan aturan open access (akses terbuka) menandakan ada konflik terbuka antara Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan Pertamina-Gas untuk menguasai pasar terbuka di Indonesia.

Demikian disampaikan Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi saat berbicara dalam diskusi bertema 'Open Acces dan Carut Marut Pipa Gas" di Manhattan Hotel, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/10).

Uchok memaparkan, selama ini bisnis utama PGN hanya distribusi gas transmisi, mengirim gas bumi ke stasiun pengisian pembeli. Sedangkan PT Pertamina-Gas (Pertagas), anak perusahaan Pertamina, sudah menggunakan akses terbuka, tak hanya mendistribusikan gas tetapi juga membangun jaringan pipa.


"Kalau open access dibuka ke publik, yang terjadi ialah PGN ini akan mati,"  ujar Uchok.

Kecuali, jika akses terbuka bisa dibatasi, bisnis PGN bisa berjalan dengan lancar. Dalam pelaksanaannya tidak ada persaingan distribusi gas untuk sektor industri.

"Setelah ini akan berantem dulu PGN dan Pertamina," terang Ucok.

Uchok menambahkan Pertamina saat ini sedang membangun konektivitas pipa gas melalui Pertagas. Sebagai catatan, pendapatan utama PGN dari distribusi gas transmisi pada tahun 2012 sebesar 269,8 miliar Dolar AS. Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya sebesar 280,2 miliar Dolar AS.

"Tanda-tanda kiamat bagi PGN kalau open access dibuka," tukas Uchok.

Sementara Wakil Ketua Komite Tetap Advokasi Hukum Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin), Rudy D Siregar mengemukakan, adanya keluhan dari pengusaha khususnya yang menggunakan gas untuk produksi. 

"Dari Jatim dan Sumut ada keluhan, mereka keberatan dengan rencana pemerintah menaikkan harga gas. SKK Migas akan menaikan harga gas dari 5 menjadi 10 Dolar AS," beber Rudi.

Hal ini menjadi kekhawatiran bagi kalangan industri dan pengusaha karena dinilai memberatkan setelah beberapa waktu lalu terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka berharap pemerintah ikut campur tangan untuk meluruskan lagi praktek-praktek pendistribusian gas sesuai Peraturan Menteri ESDM No 19/2009 tentang kegiatan usaha gas bumi melalui pipa.

"Seharusnya menurut permen, sifatnya open access tetapi dalam prakteknya distributor yang lebih dominan, tidak mau memberikan akses kepada pemasok lain yang menggunakan pipa ada semacam monopoli," terangnya.[wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya