Berita

heru cokro/net

Pemuda Indonesia Belum Disiapkan Hadapi Globalisasi

SENIN, 28 OKTOBER 2013 | 09:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga 85 tahun dari momentum Sumpah Pemuda, belum ada upaya sistematis kaum muda, misalnya menyiapkan visi Indonesia secara lebih spesifik dalam menghadapi globalisasi. Akibatnya, semakin lama, peringkat Indonesia dalam Indeks Kesiapan Globalisasi KOF terus menurun dari peringkat 78 di tahun 2007 menjadi ke-87 di tahun 2012.

Dalam hal ini, kataPresiden Junior Chamber International (JCI), Heru Cokro, Indonesia perlu belajar dari kisah sukses China, yang sudah mempersiapkan kebijakan globalisasi secara komprehensif. Sehingga, saat ini, produk, jasa dan tenaga kerja dari China sangat kompetitif dan sanggup menjadikannya sebagai raksasa ekonomi dunia. Demikian pula dengan Korea, yang telah mengantisipasi globalisasi sedemikian rupa dari akhir tahun 80-an, sehingga saat ini mampu memanfaatkan potensi lokal untuk mewarnai globalisasi.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia masih harus tertatih menghadapi kompetisi global. Dari segi produktivitas, banyak riset yang mensinyalir rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia dibanding tenaga kerja Asing. Dari tingkat keahlian, Indonesia lebih banyak mengirim tenaga kerja dengan keahlian dasar atau kasar daripada tenaga kerja profesi. 


"Tantangan ini semua harus segera dicari solusi dan rumusan kebijakannya, apalagi mengingat sebentar lagi Indonesia sudah harus menghadapi era perdagangan bebas ASEAN - Cina 2015," kata Heru beberapa saat lalu (Senin, 28/10).

Heru menyesalkan bila antisipasi terhadap globalisasi tidak dilakukan segera, spesifik dan sistematis . Apalagi mengingat potensi sumber daya alam Indonesia yang sedemikian besar, posisi geografis yang strategis, jumlah penduduk yang banyak dan populasi tenaga kerja usia produktif yang masif. Padahal bila semua sumber daya ini dimaksimalkan, Indonesia bukan saja mampu menghadapi globalisasi, tapi juga akan muncul sebegai alternatif kekuatan global di Asia, selain China dan India.

"JCI sebagai organisasi Kepemudaan internasional terbesar di dunia dan merupakan satu-satunya organisasi mitra PBB di bidang Kepemudaan, siap bermitra dengan pemerintah untuk mempersiapkan pemuda Indonesia menjadi warga negara dunia dan aktor di tingkat global, selain siap menjadi motor untuk mendorong Indonesia menjadi salah satu kekuatan global di masa mendatang," demikian Heru. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya