Berita

sby/net

Politik

Bunda Putri Dibiarkan Misteri, Bukti Klaim SBY Tak Bermakna

MINGGU, 27 OKTOBER 2013 | 17:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim telah memberi dukungan penuh bagi pemberantasan korupsi kepada seluruh lembaga penegak hukum. Klaim itu ia lontarkan saat pidato di acara "Temu Kader" Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/10).

Menanggapi klaim tersebut, anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo meminta SBY, yang juga menjabat sebagai Presiden Ri itu untuk membuktikan ucapannya.

"Jika dalam kapasitasnya sebagai presiden, SBY masih belum bisa mendorong penegak hukum menghadirkan Bunda Putri untuk klarifikasi, klaim itu patut dipertanyakan," katanya dalam rilis yang diterima redaksi (Minggu, 27/10).


Bambang melanjutkan bahwa perhatian publik terhadap isu korupsi saat ini tidak hanya terfokus pada kasus-kasus yang melibatkan sejumlah oknum politisi dari berbagai partai politik. Sejak dulu hingga kini, publik juga menyoroti kasus-kasus korupsi yang diduga melibatkan oknum pemerintah.

"Contoh kasusnya adalah skandal Bank Century, Hambalang, SKK Migas, dll. Dan kasus terkini adalah perkara suap impor daging sapi yang memunculkan orang-orang berinsial Bunda Putri, Dipo, Pak Lurah hingga Sengman," tambah pria yang akrab disapa Bamsoet ini.
 
Menurutnya, kasus suap impor daging adalah tindak pidana korupsi dengan modus kartel. Sengman dan Bunda Putri sudah diduga sebagai pihak yang terkait kartel impor daging sapi. Bahkan sudah digambarkan bahwa Bunda Putri  pun bisa memengaruhi Presiden dan kabinetnya.
 
"Maka, kalau benar ingin memberikan dukungan penuh terhadap pemberantasan korupsi, SBY dalam kapasitasnya sebagai presiden, seharusnya memerintahkan para pembantunya segera menghadirkan Bunda Putri dan Sengman untuk sekadar memberi klarifikasi kepada penegak hukum dan publik," lanjut politisi Golkar itu.
 
"Kalau Bunda Putri terus dibiarkan menjadi misteri, klaim SBY itu menjadi tidak bermakna," tandasnya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya