Berita

Demokrat Anggap Hasil Survei Pil Pahit yang Harus Ditelan

JUMAT, 25 OKTOBER 2013 | 14:07 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Demokrat akan akan monitoring pencapaian suara partai sebagaimana dipublikasi sejumlah lembaga survei terkini, termasuk Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Indonesia Research Centre (IRC).

"Kami tidak mau su'udzon kepada LSI & IRC yang merilis peringkat survei PD di posisi ketiga dengan kisaran suara 7-10 persen. Kami hormati itu sebagai hasil riset empiris dan akademik," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Dede Yusuf, dalam keterangan persnya, Jumat (25/10).

Pengalaman saat ikut Pilgub Jabar lalu, elektabilitas Dede Yusuf selalu tertinggi dalam survei. Tapi pada hari pemilihan, hasilnya berbeda. Karena itu menurutnya, suara PD masih memungkinkan untuk rebound dengan energi positif seluruh kader PD. Bagi Demokrat, survei adalah parameter yang harus disikapi cerdas daripada sekadar perdebatkan metodologi dan akurasinya.


"Yang namanya obat selalu pahit tapi membawa kesembuhan. Sedangkan permen selalu manis tapi membawa penyakit. Jadi lebih baik kami telan bulat-bulat obat itu meskipun pahit rasanya yang penting kami selalu sikap positif yang menghadapinya," ungkapnya.

Karena itu, mantan Wakil Gubernur Jabar ini mengingatkan pesan Ketum PD, SBY, agar semua kader tidak melakukan politik kotor, tidak menghabiskan energi positif untuk menyerang pihak lain. Tapi sebaliknya, menghabiskan energi positif untuk kembali ke khittah & terus berbenah.

"PD sudah terbiasa di-bully sejak dulu. Pak SBY berpesan harus tetap sabar dan tidak terpancing karena rakyat lelah lihat elitenya bertengkar. Kami sadar ada upaya-upaya untuk selalu membenturkan dengan pihak lain yang sedang populis agar kami tidak fokus dalam berbenah diri. Tapi kami tidak boleh terpancing, kami akan kembali on the track kembali ke khittah untuk terus berbenah," pungkasnya.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya