. Misteri Bunda Putri belum berakhir. Sempat beredar bahwa ada tiga sosok yang disebut sebagai Bunda Putri.
Pertama, istri Dirjen Kementan yang tinggal di Pondok Indah sebagaimana kesaksian Luthfi Hasan; kedua Ibu Pur yang diduga mengatur Hambalang dan proyek-proyek lain; dan ketiga adalah Tuti adik kandung Wapres Boediono yang disebut-sebut terkait bisnis kuota impor.
Belakangan, beredar foto yang disebut-sebut sebagai Bunda Putri dengan beberapa pejabat. Satu di antara foto itu bersama dengan Tuti Iswara.
Sosok berbeda antara Bunda Putri dengan Tuti Iswara pun terungkap dalam kesaksian Menteri Pertanian Suswono. Kata Suswono, dia datang ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah untuk mengklarifikasi orang yang bernama Tuti, yang mengaku sebagai adik Boediono, yang juga bermain sebagai importir.
Tahu nama adiknya disebut-sebut dalam kasus impor sapi di pengadilan, Boediono langsung angkat bicara. Di Istana Wapres, Boediono memastikan bahwa Tuti Iswara, sosok yang disebut dalam kasus ini adalah memang adiknya.
Namun Boediono mengaku tidak mengetahui jika adiknya merupakan seorang pengusaha. Ia hanya tahu adiknya itu pensiunan Bank Indonesia yang selama ini hanya aktif melakukan kegiatan sosial.
Boediono mengaku terkejut mendengar nama adiknya disebut pengusaha, dan disebut dalam kasus impor daing sapi. Boediono pun mengaku sudah menelpon Tuti untuk bicara ke publik dengan jujur. Boediono mengaku menelepon Tuti pada awal Oktober lalu, tepatnya 3 Oktober.
Namun hingga kini, hingga pekan terakhir di bulan Oktober, Tuti Iswara tidak juga muncul ke publik, sebagaimana anjuran sang kakak.
Wajar bila ada anjuran, seharusnya KPK, atau Pengadilan Tipikor, segera memanggil Tuti, dan tidak perlu menunggu Tuti bicara ke publik. Apalagi Boediono sendiri sudah memberi lampu hijau agar KPK memeriksa adiknya. Hal ini penting untuk membongkar praktik mafia impor hingga ke akarnya.
[ysa]