Berita

Zheng Qi-eva sundari

PKC Jelaskan Proses Rekrutmen Kader Berkualitas pada Delegasi PDI Perjuangan

RABU, 23 OKTOBER 2013 | 14:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rata-rata pertumbuhan ekonomi China mencapai 9 persen per tahun. Rata-rata juga, pertumbuhan ekonomi ini didominasi oleh industri yang ada di perkotaan. Akhirnya, industrialisasi dan kemakmuran yang berpusat perkotaan ini menyedot sumber daya manusia China untuk lebih memilih tinggal di kota.

Demikian disampaikan peneliti Central Party School Partai Komunias China, Dr Zheng Qi, saat menerima delegasi PDI Perjuangan. Zheng Qi melanjutkan, akibat dari kemakmuran yang berpusat di kota itu maka PKC kesulitan untuk menugaskan pemimpin partai di basis-basis desa. Sementara mencari pemimpin untuk basis perkotaan jauh lebih mudah.

Untuk mengatasi persoalan ini, kata Zheng Qi, sebagaimana disampaikan politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari beberapa saat lalu (Rabu, 23/10), PKC merekrut 3 ribu sarjana untuk dididik di sekolah partai selama enam bulan. Materi pokok pembekalan adalah sejarah partai, sebagai pendidikan untuk membangun loyalitas, juga persoalan ekonomi, sosial, politik, kebudayaan dan lain-lain.


Begitu pendidikan selesai, para sarjana itu diseleksi untuk bertugas di desa selama dua tahun. Tiap sepuluh alumni akan disaring sehingga ditemukan seorang pemimpin. Seleksi cukup rumit, karena 10 orang tersebut akan menjalani ujian tulis dan interview oleh pejabat partai kecamatan dan perwakilan masyarakat . Setelah tersaring lima orang, maka akan diseleksi lebih lanjut oleh departemean organisasi PKC untuk diteliti, dengan meminta masukan dari masyarakat desa. Tiga kader terbaik akan diseleksi lebih lanjut oleh komite tetap tingkat desa dengan tetap menyertakan unsur perwakilan masyarakat.

Di akhir penugasan, masyarakat desa akan diminta masukan terhada kinerja mereka. Dan setelah dua tahun, "para sarjana masuk desa" tersebut diprioritaskan untuk mengikuti seleksi menjadi pekerja sosial, yang bekerja di yayasan-yayasan yang didukung pemerintah, atau diprioritaskan menjadi PNS.

"Pilihan lain adalah berkarir di PKC, siap ditugaskan apa saja, termasuk di pemerintahan, mengikuti jejak Xi Jinping yang kini jadi pemimpin China. Xi Jinping adalah produk pemimpin desa," demikian Eva. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya