Berita

ilustrasi/net

Partai Komunis China Koreksi Diri Hadapi Bahaya yang Mengancam dari Dalam

RABU, 23 OKTOBER 2013 | 09:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk menghadapi empat bahaya yang mengancam, Partai Komunis China (PKS) terus melakukan otokritik. Otokritik ini tidak saja dilaksanakan di level organisasi, melainkan juga menyentuh semua individu kader partai.

"Maka setiap kader partai diminta melakukan evaluasi diri secara mandiri, dan juga evaluasi dari para kolega termasuk atasan dan bawahan," kata Wakil Menteri Departemen Internasional PKC, Ai Ping, saat menerima delegasi PDI Perjuangan.

Eva, yang merupakan salah seorang delegasi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 23/10), mengatakan bahwa PKC mau menegakkan meritokrasi. Meritokrasi ini ditegakkan dengan membentuk Badan Anti Kecurangan di dalam pemerintahan, dan Badan Kehormatan di PKC.


"Dua badan ini bekerjasama, dan bila ada kader yang terbukti melakukan KKN, maka ancamannya hingga hukuman mati," kata Eva.

Ai Ping mengakui, masih kata Eva, setelah 54 tahun berkuasa, PKS melahirkan empat bahaya bagi PKC sendiri. Keempat bahaya itu adalah semangat kerja kader rendah, keterampilan memerintah yang mulai menurun, semakin berjaraknya dengan masyarakat yang dilayani, serta korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang menjadi-jadi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya