Berita

MWK: Survei Bisa Direkayasa

SELASA, 22 OKTOBER 2013 | 15:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Survei opini publik atau opinion poll memiliki potensi ketidakakuratan (potential for inaccuracy) yang biasanya tercermin dalam tingkat margin of error. Dapat juga terjadi, apa yang dikenal sebagai non-response bias,  bias dalam pemilihan sampel yang tak representatif.

“Bahkan bisa terjadi bias yang memang direkayasa oleh pelaksana survei,” kata Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies (7SS) Mulyana W Kusumah dalam keterangan persnya (Selasa, 22/10) menanggapi publikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Minggu kemarin.

Mulyana mengatakan, berbagai bias dimungkinkan dalam survei. Seperti konstruksi pertanyaan terarah, atau pun coverage bias yaitu sampel yang tidak mewakili populasi, sebagai konsekuensi metodologi yang digunakan.


“Berbagai potensi ketidakakuratan dan bias dalam survei, seharusnya dikoreksi secara terbuka dengan kaidah-kaidah akademik, atau dikritisi dengan survei tandingan,” katanya.

Semaraknya publikasi hasil polling berbagai lembaga survei, pada satu sisi bernilai positif bagi pembentukan sikap kritis publik, pada sisi lain gambaran kontestasi yang kian hangat menjelang Pileg dan Pilpres 2014. Dengan demikian, hasil polling elektabilitas tidak perlu ditanggapi berlebihan, karena memberikan kontribusi bagi tumbuhnya rasionalitas politik. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya