Berita

presiden sby

SBY Jangan Anggap Enteng Ancaman Hanura

SABTU, 19 OKTOBER 2013 | 19:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden SBY jangan menganggap enteng ancaman Fraksi Hanura yang siap menggulirkan hak menyatakan pendapat (HMP). Alasannya, Perppu 1/2013 tentang Perubahan Kedua atas UU 24/2003 tentang MK yang dikeluarkan SBY melanggar UUD. HMP bisa berujuk impeachment alias pemakzulan.

"Jangan dilihat karena yang berteriak hanya Fraksi 'mungil' di Parlemen, lalu Pemerintah bisa cincai," ujar pengamat politik senior AS Hikam (Sabtu, 19/10).

Kendati proses menuju HMP tidak mudah, apalagi jika hanya dilontarkan Fraksi Hanura, tetapi bukan tidak mungkin ide ini menjadi bola salju yang semakin besar jika dibiarkan menggelinding. Setidaknya, sesumbar Hanura mencerminkan sentimen terhadap Presiden SBY yang kian membesar di Parlemen, bahkan di antara parpol yang sebenarnya masih menjadi anggota Setgab. PKS dan Golkar termasuk yang anti Perppu.


"Yang di barisan oposisi apalagi. Selain Hanura, PDIP dan Gerindra pun menyuarakan sama. Naga-naganya, DPR akan menolak Perppu ini menjadi UU dan kandaslah upaya Presiden untuk menggunakan skandal 'Akil-gate' ini untuk menaikkan pamor di akhir masa baktinya," ungkapnya.

Lebih buruk lagi jika ancaman Hanura disambut oleh parpol-parpol anti Perppu. Maka HMP pun bukan hal yang mustahil, kendati masih terlalu pagi untuk mengarah ke sana. Apapun skenarionya, Perppu 1/2013 tentang MK bisa menjadi sebuah langkah gagal bagi Pemerintah SBY dan akan menjadi catatan kurang baik bagi pemerintahannya.

"Ironi seperti ini sebenarnya tak perlu terjadi seandainya Istana tidak terlampau pede sehingga gegabah dan salah baca terhadap konstelasi politik yang sedang berkembang dan mood politik yang negatif dirasakan oleh rakyat Indonesia saat ini," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya