Berita

Mulyana W. Kusumah/net

MWK: Bukan Kelompok Bayaran, Pembunuh Holly Lebih Mirip Detektif Swasta

JUMAT, 11 OKTOBER 2013 | 11:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Aksi pembunuhan Holly di Apartemen Kalibata, dipastikan bukan kelompok pembunuh bayaran. Pola kerjanya, lebih mendekati ciri “detektif swasta.” Ini tercermin dari pengintaian bermarkas di tower yang sama sejak Agustus 2013.

“Kelompok pelaku sudah menyewa kamar sejak Agustus untuk enam bulan ke depan di lantai 6 Tower Ebony,  dengan tugas mengawasi dari dekat,” kata Mulyana W Kusumah, kriminolog Universitas Indonesia (UI), di Jakarta Jumat (11/10).

Pengintaian dimaksudkan sebagai pengenalan kehidupan sehari-hari korban,  termasuk relasi sosialnya. Ada pun penyiksaan berakibat kematian Holly, diyakini merupakan order susulan dari otak kejahatan. Order pertama adalah pengintaian.


Keterangan Polisi yang menyatakan korban korban diikat oleh tali charger HP, menurut Mulyana, menunjukkan adanya fakta korban dicekik dengan ikatan (ligature strangulation).

Mengikat korban, seringkali digunakan dalam kekerasan untuk memaksa korban memberikan jawaban atau keterangan  yang dikehendaki pelaku.

Hal ini diperkuat oleh fakta memar pada punggung korban, diperkirakan  akibat dipukul  berulang-ulang dengan besi berukuran 50 cm yang ditemukan di TKP.

Mulyana mengatakan, penyiksaan ini kemungkinan besar dilakukan utk memburu pengakuan atau memaksa korban memberikan keterangan tertentu.

Situasi panik yang terjadi pada para pelaku saat keamanan apartemen datang ke TKP, sehingga El Rizki tewas waktu melompat untuk  melarikan diri,  memperlihatkan kemungkinan besar pelaku bukan pembunuh bayaran profesional.

Jika peristiwa kematian Holly  dilakukan pembunuh bayaran profesional  dan sejak awal sudah ditentukan target menghilangkan nyawa korban, kelompok pelaku akan bekerja efisien, tidak memerlukan  modus operandi rumit yang memakan waktu dan risiko.

Sedangkan kelompok pengintau yang mulai dengan  penyewaan kamar apartemen sebab dengan demikian cukup banyak meninggalkan jejak. Ini semakin menunjukkan bahwa kelompok pelaku bukan pembunuh bayaran.

“Jajaran Polda Metro Jaya yang sejauh ini sudah berhasil menemukan  sejumlah fakta dan bukti serta  menangkap dua tersangka pelaku, diharapkan mengungkap  aktor perencana kejahatan,” kata Mulyana.

Polisi harus menjelaskan siapa perancang dan  pembayar kelompok pelaku. Otak kejahatan diyakini memiliki hubungan sosial  yang relatif dekat secara emosional, mengingat cara kematian korban. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya