Berita

ilustrasi, Neraca Perdagangan

Bisnis

Neraca Perdagangan Minus Kok Pemerintah Setuju Liberalisasi

Politisi Senayan Kritisi Kesepakatan Dengan Anggota APEC
JUMAT, 11 OKTOBER 2013 | 10:00 WIB

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menyayangkan langkah pemerintah yang menyetujui poin kesepakatan perdagangan bebas di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang bakal merugikan Indonesia. Pasalnya, Indonesia belum siap menghadapi derasnya arus komoditas dan produk impor.

“Seharusnya pemerintah mau bertanya pada diri sendiri, apakah kita siap dengan liberalisasi perdagangan yang nantinya bea masuk produk dikenakan 0 sampai maksimal 5 persen,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kesepakatan yang tertuang dalam Deklarasi Bali itu akan dibawa oleh para Menteri Perdagangan dalam Konferensi Tingkat Tinggi World Trade Organization (KTT WTO) Desember 2013 di Bali.


“Kita sudah mendapat imbas perdagangan bebas yang membuat neraca perdagangan Indonesia minus dan melemahkan rupiah. Sementara kita terus asyik mengobral ekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah,” sindir politisi Partai Golkar itu.

Pada sisi lain, lanjut Harry, Indonesia belum mempersiapkan diri dengan industri yang memberi nilai tambah komoditas menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah ekonomi untuk memberikan manfaat bagi neraca perdagangan Indonesia.

Belum lagi ekonomi biaya tinggi akibat biaya perizinan, buruh, infrastruktur yang sangat buruk, sangat membebani produk buatan Indonesia membuat harga produk Indonesia sulit bersaing di mancanegara.

Sementara, sejumlah aturan yang telah dikeluarkan justru diabaikan pemerintah. Salah satunya larangan ekspor komoditas dalam bentuk mentah. Saat ini, Pemerintah terus menunda implementasi aturan yang dikeluarkan pada 2009 ini.

“Lebih sedihnya lagi, eksportir komoditas kita setelah menjual produknya ke luar negeri, lebih suka memarkir uang hasil penjualannya itu di luar negeri dan hanya sebagian saja yang masuk kembali ke Indonesia untuk memenuhi biaya operasonal,” tutur Harry.

Selain itu, Pemerintah  masih berat  menerapkan aturan Letter of Credit (L/C) untuk komoditas ekspor. Padahal, kebijakan tersebut dapat memperkuat cadangan devisa.
Untuk diketahui, dalam KTT APEC menghasilkan tujuh kesepakatan. Salah satunya menyepakati perdagangan multilateral.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono meminta perdagangan bebas antar negara Asia-Pasifik tidak diterapkan pada semua komoditas pertanian. Perdagangan bebas sebaiknya diprioritaskan pada komoditas pertanian unggulan, semisal produk karet dan kelapa sawit.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Hariadi Sukamdani menilai, perdagangan bebas masih sulit diterapkan di Indonesia karena dukungan pemerintah terhadap sektor usaha tidak maksimal.

“Indonesia itu secara fundamentalnya tidak siap. Kita khawatir dengan liberalisasi ini. Contohnya yang padat karya, sekarang malah berkurang karena kemarin kenaikan upahnya sedemikian ekstrim,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya