Berita

jokowi-jk/net

Politik

Jokowi-JK Cocok, Prabowo Belum Pernah Pimpin Sipil

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 17:08 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Model kepemimpinan menjadi salah satu patokan untuk memasangkan para tokoh nasional sebagai calon presiden dan wakil presiden di 2014.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Doni Gahral Adian, menilai, hanya Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang cocok dalam model kepemimpinan.

"Jokowi-JK sama-sama output oriented atau mementingkan hasil, problem solver, efisien, prosedur bisa diatasi dan sama-sama orang yang suka turun ke lapangan," jelas Doni dalam diskusi publik "Pemilu 2014: Antara Popularitas, Elektabilitas dan Eligibilitas" di bilangan Tebet, Jakarta, Kamis (10/10)


Ia juga menilai, dua tokoh tersebut juga memenuhi syarat yang tidak dimiliki presiden sekarang, yaitu berani ambil keputusan. Figur Prabowo Subianto yang dianggap masyarakat begitu tegas pun dinilainya belum memadai.

"Meski Prabowo mungkin bisa tegas, tapi dia belum pernah jadi pemimpin sipil dan dia belum pernah menyelesaikan sesuatu untuk masyarakat sipil," imbuh Doni.

Meski begitu, Doni juga menjelaskan perbedaan antara Jokowi dan JK. Menurutnya, Jokowi lebih mementingkan kelompok yang paling tidak beruntung, sedangkan JK memiliki latar belakang pengusaha.

"Jokowi ingatkan saya pada pemimpin di Amerika Latin yang populis dan sosialis, sama kayak Evo Morales. Mungkin nanti akan ada latinisasi dalam sistem presidensial kita, mirip gayanya. Pokoknya pembangunan itu harus menguntungkan orang yang paling tidak beruntung," urainya.

"Kalau JK ada latar belakang pengusaha. Meski ia juga problem solver, ada sedikit gaya korporatis. Ia akan bicara soal pengusaha, investasi asing, pertumbuhan ekonomi dan sebagainya," papar Doni. [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya