Berita

Politik

Demokrasi Indonesia Baru Level Image Branding

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 16:41 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Masyarakat Indonesia kerap dicap sebagai masyarakat melankolis terkait sikap mereka terhadap pemimpinnya. Masyarakat sering kali memuja pemimpin tapi tak lama mencaci dan memintanya turun sendiri dari jabatannya.

"Ada siklus kepemimpinan di Indonesia awalnya calon pemimpin ini tidak dikenal, lalu karena sepak terjang dikenal, kemudian disukai, lalu didewakan. Karena dianggap berbeda dengan rezim yang ada dipilih lalu kesukaanya turun, dicaci, diturunkan sama-sama, meninggal kemudian dicintai lagi. Semua terjadi dari zaman Soekarno hingga sekarang," ujar politisi PAN Tjatur Sapto Edy dalam diskusi publik mengenai "Pemilu 2014: Antara Popularitas, Elektabilitas dan Eligibilitas" di kawasan Tebet, Jakarta, Kamis (10/10).

Tjatur menjelaskan masyarakat Indonesia dalam ekspektasi kepemimpinan yang tidak pernah terpuaskan karena masyarakat hanya memilih di level popularitas dan elektabilitas saja. Padahal pemimpin yang bagus tidak perlu pencitraan, tapi mendapatkan respect karena dia memenuhi eligibilitas.


"Elegibilitas itu pemimpin yang bisa tut wuri handayani dan tidak perlu pencitraan. Sekarang semua hanya berkisar di pencitraan," imbuhnya.

"Demokrasi kita hanya menghasilkan pencitraan apalagi sekarang, karena semua berlomba lomba mempengaruhi back mind masyarakat kita lewat televisi yang mempengaruhi 95% masyarakat kita karena masyarakat kita begitu terhipnotis oleh tv," demikian Tjatur.[dem]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya