Berita

foto: net

Politik

Presiden 2014-2019 Harus Bersiap untuk Ledakan Kelas Menengah

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 16:32 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

. Siapapun presiden Indonesia harus menyiapkan diri untuk menghadapi bonus demografi, yaitu pembengkakan kelas menengah produktif di tahun 2020.

Hal itu diutarakan oleh pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Doni Gahral Adian. Dia menjelaskan, lima tahun jabatan presiden (2014-2019) harus menyiapkan bonus demografi yang akan menentukan apakah bangsa Indonesia memiliki mental pembantu atau majikan.

"Tantangan lainnya di 2020, setahun sesudah dia selesai masa jabatan, ada yang namanya bonus demografi di mana angka produktif akan mencapai 69 persen. Kelas menengah membengkak, maka apakah dia akan jadi konsumen globalisasi atau jadi pemain,  inovator atau orang yang berdikari dalam ekonomi?" jelas Doni dalam diskusi "Pemilu 2014: Antara Popularitas, Elektabilitas dan Eligibilitas" di bilangan Tebet, Jakarta, Kamis (10/10).


Doni lebih lanjut menjelaskan, kelas menengah adalah anak muda dengan daya beli tinggi, kreatif, dan dengan ledakan jumlahnya maka dunia akan memperhatikan Indonesia.  Tantangan lainnya adalah jumlah APBN yang diprediksi meningkat hingga dua kali lipat.

"Selain itu estimasi APBN kita bisa naik dua kali lipat menjadi Rp 3.000 triliun. Kalau dipakai untuk hal tidak produktif seperti BLSM, ya tak ada gunanya, hanya akan kembali menelurkan kelas menengah yang membengkak dengan mental pembantu," tegasnya. [ald]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya