Berita

Jusuf Kalla/net

JK: Arab Bisa Belajar dari Indonesia dalam Mengatasi Konflik

RABU, 18 SEPTEMBER 2013 | 15:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Jusuf Kalla mengatakan, berbagai konflik yang terjadi di Indonesia lebih disebabkan adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan dalam kehidupan sosial.

"Konflik terjadi karena perlakuan yang tidak adil di bidang ekonomi. Mulai dari Ambon, Poso, Papua, Aceh, dan lainnya, lebih pada masalah ekonomi," kata JK, sapaan akrabya, dalam forum terbatas para diplomat Arab bertajuk "Penyelesaian Konflik Timur Tengah" di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (18/9).

Konflik meluas karena dibawa ke wilayah politik. Semakin parah, ketika konflik dibawa-bawa ke masalah agama. "Jalan pintas membakar konflik ya melalui agama. Semua merasa berjuang untuk agamanya masing-masing, berjihadlah. Jadi, ini semakin parah," imbuh JK.


Namun demikian, Indonesia mampu menyelesaikan semua konflik tersebut. "Kita berbeda, majemuk. Namun semua disatukan oleh Pancasila. Kita punya falsafah Bhinneka Tunggal Ika, berbeda namun satu. Itulah kekuatan kita," ujar Ketum Dewan Masjid Indonesia ini.

JK juga menegaskan pentingnya kesetaraan, keadilan serta kesejahteraan rakyat sebagai upaya mencegah terjadinya konflik. Demokrasi, lanjut dia, juga meniscayakan kesejahteraan berdasarkan asas keadilan. Karena itu, ia berharap negara-negara Arab yang kini banyak berkonflik dapat memetik hikmah dari pengalaman Indonesia.  [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya