Berita

Transportasi Sekolah di Jakarta Belum Ramah Anak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 16:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Surat edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang melarang pelajar membawa kendaraan ke sekolah sebenarnya disambut baik. Hal itu sebagai respon serius atas kecelakaan yang melibatkan anak berumur 13 tahun belum lama ini.

Apalagi, Polda Metro Jaya mencatat, tahun 2012 sebanyak 12.000 tilang pengendara anak-anak dan 2013 sampai Agustus 8.000 tilang anak-anak. "Data ini menunjukan bahwa anak-anak yang tidak memiliki SIM menggunakan kendaraan bermotor," Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas PA), M. Ihsan, (Selasa, 17/9).

Namun, surat edaran itu mendapat penolakan dari para orang tua. Pasalnya, banyak sekolah yang tidak dilewati kendaraan umum. Tak hanya itu, orang tua juga banyak mengeluh anaknya stress dan trauma menaiki kendaraan umum karena pengalaman buruk seperti sopir kebut-kebutan, belum turun kedua kaki sudah jalan, siswa laki-laki tidak dibawa, adanya pencopet, penodong, pengamen dan sebagainya.


Makanya, pilihan yang paling murah, mudah dan praktis bagi kalangan menengah ke bawah ada memberikan sepeda motor. Kalangan atas memberikan mobil.

Karena itu, Ihsan menegaskan, Pemerintah DKI Jakarta harus menyiapkan transportasi sekolah yang ramah anak. Melakukan razia pada pengendara anak harus mempertimbangkan keselamatan anak. "Jika anak melarikan diri jangan dikejar, beresiko kecelakaan," ujar Ihsan.

Tak hanya itu, Kepolisian diharapkan melakukan pendekatan persuasif pada orang tua, masyarakat dan sekolah agar tidak mengizinkan anak bawa kendaraan sendiri ke sekolah. "Kepentingan terbaik bagi anak menjadi prinsip UU Perlindungan Anak. Mari sediakan transportasi sekolah yang ramah anak," demikian Ihsan. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya