Berita

joko widodo/net

Demokrat: Tokoh yang Sangat Populer Hari Ini Belum Tentu Besok juga Sama

SENIN, 16 SEPTEMBER 2013 | 14:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tak ada yang menampik atas tingginya popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat ini. Partai Demokrat yang sedang menggelar konvensi untuk mencari calon presiden juga mengakui hal tersebut.

"Jokowi harus kita akui adalah tokoh yang sekarang ini paling populer di negeri ini. Memang kalau diadakan Pemilu hari ini, sudah pasti Pak Jokowi akan menang. Itu realitas politik. Demokrat mengakui itu," ujar Ketua DPP Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 16/9).

Namun, Ulil menjelaskan, pertarungan dalam politik ibarat pergerakan di bursa saham. Karena itu, dalam sehari bisa saja terjadi satu perubahan yang sangat-sangat radikal. Tokoh yang saat ini sangat populer, belum tentu besok juga demikian.


"Ini memberikan kesempatan kepada semua tokoh politik untuk bekerja keras. Yang bisa bekerja paling baik itulah yang akan menang. Karena nggak ada yang bisa memastikan, apalagi ini masih setahun. Itu masa yang sangat-sangat panjang," demikian pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) ini.

Board of Advisor CSIS, Jeffrie Geovanie, awal Juni lalu mengungkapkan demikian. Katanya, jika Pilpres dimajukan hari ini, dapat dipastikan Jokowi pemenangnya. "Jokowi akan menang dengan suara mutlak di atas 60 persen, siapa pun lawannya," ujar Jeffrie.

Namun, karena pilpres baru akan digelar pada 2014, kepastian Jokowi akan tampil sebagai pemenang terpaksa harus tertunda. "Waktu satu tahun ke depan ini akan sangat bergantung pada keberhasilan konvensi capres Partai Demokrat," tutur Jeffrie.

Menurut dia, bila konvensi capres Partai Demokrat berjalan sangat demokratis dan diikuti oleh calon-calon presiden dari generasi baru seperti Gita Wiryawan, Marzuki Ali, Irman Gusman, Dino Patti Djalal, sangat mungkin lahir penantang baru yang bisa mengimbangi Jokowi.

"Konvensi capres Partai Demokrat akan jadi panggung yang menarik, tempat tampilnya tokoh-tokoh muda dari generasi baru yang secara leluasa bisa memperkenalkan diri dan unjuk gigi secara elegan," ungkap Jeffrie.

Namun, imbuh Jeffrie, bila ternyata konvensi capres Partai Demokrat berjalan tidak seperti yang diharapkan, Jokowi dipastikan tak akan memiliki pesaing yang berat.  "Sehingga, pada 2014 yang akan datang teka-tekinya hanya siapa yang akan menjadi wakil presiden Indonesia berikutnya," papar Jeffrie, pengamat yang pertama kali menyarankan partai menggelar konvensi. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya