Berita

rancois Hollande/net

Perancis Masih Lirik Opsi Militer bagi Suriah

SENIN, 16 SEPTEMBER 2013 | 11:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Menanggapi kesepakatan yang telah dibuat antara sekutunya, Amerika Serikat dengan Rusia terkait penyelesaian masalah Suriah, Presiden Perancis, Francois Hollande menyatakan bahwa penyelesaian melalui jalur politik merupakan langkah penting. Namun demikian, ia tetap menyebut bahwa langkah militer merupakan pilihan yang juga penting.

"Opsi militer harus tetap diadakan, jika tidak maka tidak akan ada tekanan," ujar Hollande seperti yang dilasir oleh BBC (Senin, 16/9).

Hollande juga menegaskan bahwa akan ada sanksi tegas apabila Suriah melanggar kesepakatan pelucutan senjata. Hal tersebut, menurut Hallande, ditujukan untuk memaksa Suriah agar patuh terhadap pengawasan internasional.


"Perlu untuk memasukkan ancaman sanksi jika kesepakatan dan dan tujuan resolusi DK PBB gagal dijalankan," kata Hollande dalam pidato yang ditayangkan oleh televisi swasta Prancis.

Lebih lanjut, Hollande khawatir jika kesepakatan antara Rusia dengan Amerika Serikat untuk tidak melakukan tindakan militer justru akan memperkuat posisi Presiden Bashar al-Assad.

"Tidak ada tempat untuk dia (Assad) dan juga kelompok jihad," tegasnya.

Seperti dilansir CNN, Rusia dan Amerika Serikat telah menemukan kesepakatan dalam perundingan yang dilakukan selama tiga hari di Jenewa Swiss terkait penyelesaian masalah Suriah, yakni dengan melucuti persenjataan kimia yang dimiliki Suriah.

Menteri luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov telah menetukan langkah-langkah yang harus diikuti oleh Presiden Rusia Bashar al-Assad, yakni Suriah harus menyerahkan daftar lengkap persediaan senjata kimia dalam waktu satu minggu. Selain itu, Suriah harus segera memberikan ijin bagi inpektur internasional untuk mengawasi persenjataan kimianya sebelum bulan November. Langkah tersebut bertujuan untuk penghancuran atau pemindahan semua senjata milik Suriah pada pertengahan tahun 2014 mendatang.

Presiden Obama mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan langkah konkrit penghancuran senjata kimia di bawah pengawasan internasional.

"(kesepakatan) merupakan langkah konkrit yang penting menuju tujuan bergerak senjata kimia Suriah di bawah kontrol internasional sehingga mereka akhirnya dapat dihancurkan," ujar Obama dalam pernyataanya menanggapi kesepakatan terhadap Suriah.

Francois Hollande dan John Kerry dijadwalkan akan bertemu pada hari ini (Senin, 16/9) di Prancis untuk membahas lebih jauh mengenai kesepakatan yang telah dibuat oleh Rusia di Jenewa untuk menangani permasalahan Suriah. Sebelumnya, John Kerry juga telah bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Banjamin Netanyahu pada Minggu (15/9) untuk membahas hal yang serupa. [ysa]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya