Berita

jokowi/net

Waspada, Tiga Penumpang Gelap Tunggangi Jokowi

SABTU, 14 SEPTEMBER 2013 | 23:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dorongan kuat agar Joko Widodo maju pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang harus disikapi hati-hati. Gubernur DKI Jakarta itu ditengarai sedang diincar banyak pihak yang sarat kepentingan.

Peringatan itu disampaikan Direktur The Indonesian Reform Institute Syahrul Effendy Dasopang malam ini (Sabtu, 14/9).

Pertama, katanya, Jokowi didorong oleh kelompok yang gerah dan bermaksud menghadang Prabowo Subianto. Sejauh ini, elektabilitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu membayang-bayangi Jokowi.


Kedua, Jokowi didorong elit PDIP untuk mendongkrak suara pada Pemilihan Legislatif 2014 mendatang. Ketiga, ia juga didorong oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara kuat, mandiri, dan bermartabat.

"Andai kata Jokowi mau dan terpilih, ia akan tersandera oleh elit yang memiliki track record nasionalisme yang buruk," jelas mantan Ketua Umum PB HMI ini kepada Rakyat Merdeka Online.

Syahrul yakin, publik belum melupakan Pemilu 1999. Saat itu, begitu heroiknya PDIP mengumandangkan slogan 'wong cilik'.  Tapi saat berkuasa malah mengkhianati orang kecil. Misalnya, aset negara yang sangat vital, Indosat, dilego ke pihak asing. Pengemplang uang negara yang menerima BLBI ratusan triliun rupiah diampuni melalui kebijakan release and discharge.

Tak hanya itu, lebih tragis lagi ketika seorang jenderal yang diduga terlibat peristiwa berdarah penyerangan markas PDI pada 27 Juli 1996 lalu, justru didukung PDIP menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sehingga hal itu sangat melukai hati massa banteng yang telah membela mati-matian bahkan rela mengorbankan nyawa.

"Jokowi dengan bekal yang lemah itu rentan ditunggangi elit amoralis. Akhirnya mengorbankan kepentingan bangsa yang besar dan masa depan kepemimpinan Jokowi," demikian Syahrul. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya