Tim sukses Mahfud MD (MMD) tak perlu ngeper atas "gertakan" Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang mengatakan dirinya lebih condong kepada Rhoma Irama (RHi) untuk diusung sebagai calon presiden dari partai tersebut.
Mahfud MD malah bisa mendapat hikmah atas pernyataan Muhaimin Iskandar itu.
"Yaitu agar dirinya tidak terlalu dicitrakan seolah hanya punya satu pintu dan menjadi calon presiden dari partai yang, menurut saya keberhasilannya lebih susah ketimbang kambing untuk terbang," jelas pengamat politik senior AS Hikam (Sabtu, 14/9).
Justru, menurut Hikam, jika Mahfud MD dan timsesnya terlampu fokus kepada PKB dan mengabaikan komunikasi politik yang intensif dengan partai-partai lain, khususnya parpol besar, maka akan memperberat jalan menuju pencapresan beliau. Menurut laporan media, ujar Hikam, Mahfud sudah pernah diajak berkomunikasi oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, yang sedang menjajaki siapa pasangan Joko Widodo.
"Itu jauh lebih realistis ketimbang memfokuskan diri pada pencapresan, apalagi hanya dengan kendaraan PKB," imbuh Menristek era Pemerintahan Gus Dur ini.
Demikian pula komunikasi politik dengan Gerindra, Golkar, dan Nasdem serta parpol-parpol Islam lainnya perlu dibuka. Mahfud dan timnya mesti kerja keras melakukannya, karena secara
appeal (daya tarik) beliau sangat besar, khususnya jika target realistiknya adalah Cawapres 2014.
"Jika MMD berhasil menjadi pasangan capres-capres potensial seperti Jokowi dan/atau Prabowo, maka Indonesia akan memiliki pasangan yang sangat menjanjikan bagi kesinambungan reformasi dan demokratisasi yang, pada gilirannya, memerkuat bangsa dan NKRI di masa depan," demikian Hikam.
Kemarin, Muhaimin mengaku lebih condong memilih Rhoma ketimbang Mahfud. “Saya sih condong ke Rhoma (Irama),†katanya.
Ditanya alasan kecenderungannya memilih Rhoma ketimbang Mahfud, Cak Imin simpel menjawabnya. "Ya, itu kan selera pribadi saya lah."
Selain itu Cak Imin menambahkan alasannya memilih Rhoma. “Haji Rhoma lebih dulu bekerja jika dibandingkan dengan Cak Mahfud,†dalih Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tersebut.
[zul]