Berita

david cameron/net

David Cameron Dukung Larangan Bercadar bagi Mahasiswi

SABTU, 14 SEPTEMBER 2013 | 10:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron, mendukung keputusan kontroversial sebuah perguruan tinggi untuk melarang penuh mahasiswinya mengenakan jilbab yang disertai dengan cadar yang menutupi wajah untuk alasan keamanan.

Perguruan Tinggi tersebut adalah Birmingham Metropolitan College yang menetapkan peraturan dan melarang semua mahasiswa, staf, dan pengunjungnya untuk melepas semua bentuk penutup wajah, sehingga wajah mereka dapat selalu terlihat. Hal tersebut akan mempermudah identifikasi setiap orang yang berlalu-lalang setiap waktu.

Namun langkah tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh semua pihak. Sebagian mahasiswa yang mengumpulkan 800 tandatangan mengklaim bahwa mereka menolak kebijakan yang mereka sebut Islamophobia tersebut.


Juru Bicara PM Cameron mengatakan bahwa kebijakan PM mendukung larangan penggunaan jilbab yang menutup bagian wajah merupakan bentuk pembelaan hak institusi pendidikan. PM Cameron mendukung setiap sekolah dan Perguruan Tinggi untuk menetapkan dan menegakkan kebijakan mengenai seragam sekolah mereka sendiri. Disamping itu, kebijakan PM Cameron juga dilakukan untuk alasan keamanan. Agar jika terjadi suatu kejadian, setiap orang yang terlibat dapat mudah diidentifikasi.

"Kita mendukung sekolah yang dapat mengatur dan menegakkan kebijakan seragam sekolah mereka sendiri," kata Juru Bicara Pm Cameron seperti yang dikutip dari Dailymail (Sabtu, 14/9).

Tapi Wakil Perdana Menteri Nick Clegg mengatakan dia merasa "gelisah" tentang larangan jilbab di sekolah-sekolah, meskipun ia bisa mengerti mengapa kebijakan tersebut diperlukan. Karena Penggunaan penutup kepala dapat menimbulkan resiko keamanan. Sehingga pelarangan penggunaan penutup kepala dapat meminimalisir resiko keamanan tersebut. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa penutup kepala yang dimaksud bukan hanya sekedar jilbab, tapi juga termasuk topi, Hoddie (tudung kepala), dan segala bentuk penutup kepala dan wajah.

Kebijakan ini, kedepan akan membuat perempuan muslimn di Inggris akan melepaskan niqab, jilbab yang disertai cadar wajah sehingga hanya bagian mata yang dapat terlihat, atau burqa, jilbab yang disertai penutup wajah penuh termasuk bagian mata yang ditutupi kain berjaring tipis. [ysa]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya