Sejak dinobatkan sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia melalui ajang New7wonder, Komodo menjadi ikon pariwisata andalan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Dampaknya luar biasa. Selain kunjungan wisatawan meningkat dua kali lipat, pemerintah pusat pun kini turun tangan membangun infrastruktur daerah tertinggal tersebut.
Buktinya, pembangunan bandara, jalan desa, pengadaan air bersih, dan listrik satu per satu berjalan di Labuan Bajo. Awal bulan ini, pemerintah menggelar program peningkatan kemampuan masyarakat di daerah tertinggal di kabupaten Manggarai Barat, NTT. Kementerian Riset dan Teknologi menilai kemampuan sumber daya manusia dan sarana prasarana pendukung di kabupaten ini masih kurang.
Pada program tersebut, Menteri Ristek dan Teknologi memberikan solar panel 100 WP 10 unit Home System Portable serta solar panel 100 WP 20 unit central system kepada Bupati Manggarai Barat.
Berkaca dari pengalaman itulah, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, dibutuhkan langkah-langkah kreatif dan inovatif untuk membangun daerah tertinggal di Indonesia. Salah satunya dengan menghidupkan industri pariwisata setempat, seperti yang terjadi di wilayah Labuan Bajo.
Jusuf Kalla yang menjadi Dewan Pembina Yayasan Komodo Kita mengatakan pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata memang membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Selama ini, wisatawan hanya berkunjung ke Pulau Komodo selama beberapa jam. Dengan adanya penginapan seperti hotel dan homestay maka wisatawan akan tinggal selama beberapa hari.
"Untuk itu, dibutuhkan listrik, air, jalan, sarana transportasi yang baik," kata JK dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Jumat, 13/9).
Saat ini, Bandara Komodo sudah bisa didarati pesawat berbadan besar. Namun, penerbangan menuju Pulau Komodo memang belum ada yang langsung dari Jakarta. Wisatawan masih harus singgah di Surabaya dan Denpasar untuk bisa menuju Labuan Bajo.
“Sedang diusahakan ada penerbangan langsung dari Jakarta-Labuan Bajo karena yang ada sekarang harus melewati Surabaya dan Denpasar,†ujar Jusuf Kalla.
Memang dibutuhkan langkah berani dan terobosan jitu untuk memecahkan persoalan kemiskinan di daerah ini. Tanpa terpilihnya Komodo sebagai
new 7 wonders, promosi wisata di Labuan Bajo tak seprogresif saat ini. Padahal, Labuan Bajo memiliki keindahan alam luar biasa. “Terumbu karang dan ikan hias di laut kepulauan Komodo sangat cantik,†pungkasnya.
[zul]