Berita

BASHAR al Assad/net

Politik

Assad Setuju Usulan Vladimir Putin

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 13:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Suriah, Bashar al-Assad setuju atas usulan yang diajukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai solusi dari permasalahan di negerinya.

Bashar menyatakan diri siap menandatangani Konvensi Senjata Kimia dan menyerahkan rincian seluruh rancangan senjata yang dimilikinya pada bulan depan.

"Dalam beberapa hari ke depan kami akan mengirimkan dokumen yang diperlukan untuk PBB, termasuk dokumen-dokumen teknis yang diperlukan untuk menyusun perjanjian tersebut," kata Assad seperti yang dikutip dari Telegraph saat muncul di stasiun televisi Rossiya 24.


Kemunculan Assad di stasiun televisi milik Rusia ini sekaligus menjadi respon pertama kalinya di hadapan publik terkait tuduhan kepemilihan senjata kimia yang disebut-sebut Amerika Serikat telah digunakan untuk membantai kurang lebih 1.400 warga sipil di Damaskus pada bulan lalu.

"Kemudian kita akan menandatangani Konvensi Senjata Kimia. Ini harus berlaku sekitar sebulan setelah penandatanganan. Itulah proses standar dalam pertimbangan," lanjutnya.

Kemunculan Assad di televisi Rusia menyusul perundingan yang tengah dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Rusia dan AS di Jenewa, Swiss. Sebelumnya, AS merancang akan melancarkan tindakan militer terhadap Suriah terkait tragedi yang terjadi pada 21 Agustus di Damaskus.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama berupaya menarik dukungan internasional untuk mendukung aksinya tersebut, termasuk ketika mengikuti pertemuan G20 yang berlangsung di Rusia pada minggu lalu. Rencana Obama tersebut juga kemudian dibahas di internal AS dengan menggelar rapat di tingkat legislatif.

Namun, di tengah rangkaian sidang yang hampir mendekati voting (pemungutan suara) senat untuk untuk menyetujui serangan militer, Rusia tiba-tiba mengajukan opsi alternatif penyelesaian masalah Suriah. AS pun tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai opsi dari Rusia tersebut, sehingga rapat senat dan keputusan soal aksi militer terhadap Suriah pun ditunda.

AS dan Rusia kemudian sepakat mengirimkan Menteri Luar Negeri-nya untuk bertemu di Jenewa Swiss pada hari Kamis (12/9) demi membahas lebih lanjut mengenai usulan Rusia tersebut. Rusia mengirimkan Menlu Sergei Lavrov dan AS mengirimkan Menlu John Kerry.

Usulan Rusia terkait solusi masalah Suriah, seperti yang dilansir oleh BBC, merupakan usulan tiga tahap, yakni:

Suriah bergabung dengan konvensi yang melarang produksi dan penggunaan senjata kimia. Kemudian, Suriah bersedia memberikan rincian program persenjataannya dan para pakar akan memutuskan langkah yang diambil selanjutnya. Sementara itu, AS mengkonfirmasi telah menerima dokumen resmi dari Suriah untuk mengikuti Konvensi Senjata Kimia.[wid] 

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya