Anggota Komisi V DPR Saleh Husin tak menampik mobil murah ramah lingkungan alias low cost green car (LCGC) yang sudah diluncurkan dalam pekan ini memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk memiliki kendaraan roda empat.
"Memang program Kemenperin (Kementerian Perindustrian) baik. Yaitu tujuannya agar membuat orang dapat memiliki mobil dengan harga murah," ujar Saleh Husin (Jumat, 13/9).
Meski begitu, Saleh menegaskan, program mobil murah tidak sesuai kalau dipasarkan di Jakarta dan sekitarnya. Alasannya, mobil murah ini akan semakin membuat kemacetan bertambah parah. Mengingat, Jakarta sudah terlalu crowded dan kemacetan menjadi problem utama selama ini.
"Harusnya pemerintah membuat kebijakan seperti, bagaimana mengadakan angkutan umum massal yang mememadai, nyaman, harga terjangkau untuk semua
route sehingga masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum masal bukan malah sebaliknya," tegas Ketua DPP Partai Hanura ini.
Dengan diizinkannya mobil murah itu, Saleh melihat pemerintah bergerak sendiri-sendiri. Elemen pemerintah lebih menonjolkan egodaripada kerjasama lintas sektoral untuk menyelesaikan masalah secara bersama.
"Jadi tentu kami sepakat dengan Pemprov DKI Jakarta yang keberatan untuk masalah ini," demikian Saleh.
Senin lalu Toyota dan Daihatsu memperkenalkan mobil murah ramah lingkungan, Agya dan Ayla. Sementara pada Rabu, giliran Honda merilis Brio Satya. Tak mau ketinggalan, produsen mobil asal India Tata Motors dan pabrikan otomotif Jepang Nissan juga sudah menyatakan niat mereka memproduksi LCGC.
Atas peluncuran mobil murah itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menuding pemerintah pusat tidak mendukungnya dalam DKI mengurangi kemacetan di Ibukota. "Jelas (ini akan membuat macet)," ungkapnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (10/9).
Menanggapi hal itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat memastikan mobil murah ramah lingkungan itu tidak hanya dijual di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga di ratusan kota lain di Indonesia. “Jadi, Pak Jokowi tidak usah khawatir LCGC akan membuat Jakarta semakin macet,†ungkap Hidayat.
[zul]