Berita

Anang Hermansyah dan Ashanty

Blitz

Anang-Ashanty Ngeles Kesenggol Duit APBD

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 10:02 WIB

Diduga pakai duit APBD Jember, Jawa Timur. Anang dan Ashanty siap diperiksa Kejaksaan.

Anang Hermansyah dan Ashanty akhirnya buka suara terkait dugaan penggunaan dana APBD Jember, Jawa Timur sebesar Rp 6,5 miliar. Dana tersebut kabarnya digunakan untuk acara ngunduh mantu mewah tahun lalu yang menjadi bagian penyelanggaraan BBJ (Bulan Berkunjung Jember).      

“Aku bilang ini sudah ada di ranah hukum. Aku lebih baik tunggu prosesnya saja,” kata Anang di Jakarta, kemarin.


Penyanyi dan produser ini sedang menunggu saja sejauh apa pihak terkait mengungkap indikasi korupsi di acara ngunduh mantu senilai Rp 6,5 miliar tersebut.

Pada Selasa, 3 Juli 2012, Forum Masyarakat Tertindas (Format) memprotes acara ngunduh mantu Anang dan Ashanty pada 6 Juli 2012. Mereka memajang poster dan mengedarkan saweran di jalan untuk menyindir Anang dan Ashanty. Pemerintah Kabupaten Jember menganggarkan Rp 10 miliar untuk kegiatan “Bulan Berkunjung ke Jember” itu.

Anang mengatakan, kakaknya yang berada di Jember yang bakal menjelaskan duduk perkara itu. Meski tidak menyebutkan posisi kakaknya dalam kasus ini, Anang berharap, sang kakak bisa membantu meluruskan informasi yang tengah terjadi di Jember saat ini.

Hingga kini, dikabarkan sudah ada 10 pejabat Pemerintah Kabupaten Jember yang diperiksa sebagai saksi, terkait kasus tersebut. Anang menyatakan siap memberikan keterangan jika dirinya juga dipanggil oleh aparat penegak hukum. “Demi hukum, aku siap (diperiksa),” ujarnya.

Ngunduh mantu ini untuk mengakomodasi sanak keluarga Anang di Jawa Timur yang pada 21 Mei 2012 tak sempat hadir di resepsi pertama pernikahannya dengan Ashanty.

Sedangkan Ashanty kaget bukan kepalang saat disangkut-pautkan dengan kasus dugaan korupsi itu. Pelantun Kesakitanku  dan Mengapa oh Mengapa ini memang mengakui, acara ngunduh mantu mengeluarkan biaya mahal. Namun, masih bisa dibiayai keluarga besar suaminya.

”Ngunduh mantu biaya mahal. Cuma tiket kereta dan makan, fasilitas lebih itu. Karena Mas Anang putra Jember, alun-alun yang dipakai,” ungkap Ashanty.

Dia yakin, segala sesuatu yang digunakan saat ngunduh mantumurni dari uang pribadi keluarga besar Anang.

“Biaya kereta kencana kali ya. Kita lupa bayar, aku nggak tahu,” canda Ashanty.
Senada dengan Anang, wanita berdarah Jawa-Arab ini siap jika sewaktu-waktu diperiksa oleh pihak Kejaksaan.

“Nggak ada masalah, selama kita benar nggak merasa bersalah, dipanggil silakan. Sampai sekarang nggak ada panggilan, dana jelas kok dari kerja keras kita berdua,” cetus Ashanty. 

Menurut dia, kabar kasus ini sudah terdengar setahun yang lalu. Jadi nggak perlu ditanggapi. Ashanty merasa isu ini telah menyusahkan keluarga Anang.

“Kan kita diundang ke sana, kasihan sama kakak, keluarga mas Anang. Kan kita lagi anteng, nggak ada berita lain kali ya, nggak senang banget lihat kita anteng,” cetusnya.

Selanjutnya, Ashanty bicara tentang keluarganya. Berbagai cara dilakukan Ashanty untuk menjauhkan dua anaknya, Aurel dan Azriel, dari masalah. Bahkan, Ashanty selalu mengintrogasi Aurel sebelum pergi bersama temannya.

“Kalau kakak main ke temannya, aku tanya ibunya siapa, supirnya siapa, pergi kemana, sama siapa. Makanya aku dijuluki ibu rempong,” tuturnya.

“Kan aku pernah di usia mereka jadi tau bohong-bohongnya bagaimana,” lanjut Ashanty.

Diungkapkan pula, kalau Aurel sering protes kenapa dirinya tidak sebebas teman-temannya. Namun, setelah dijelaskan, Aurel pelan-pelan mulai mengerti.

“Pastinya aku juga nggak asal ngelarang. Aku pasti kasih penjelasan panjang dan masuk diakal,” tutup Ashanty. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya