Berita

endiartono sutarto/net

Endriartono Tak Persoalkan Popularitasnya Masih Rendah

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 09:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto tidak mempersoalkan popularitas dan kelayakannya di antara peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat masih berada di papan tengah berdasarkan survei Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG) yang dirilis kemarin.

"Rendah nggak ada masalah. Selama ini (saya) belum dikenal sebagai calon yang disiapkan untuk untuk maju," ujar Endriartono kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 13/9).

Apalagi, kata dia, proses konvensi baru saja dimulai. Tak hanya itu, perkenalan resmi peserta konvensi sendiri baru akan digelar pada Minggu besok (15/9).


"Kemudian nanti program Partai Demokrat untuk memperkenalkan peserta kepada rakyat pada tanggal tanggal 15. Itulah saatnya kita mengenalkan diri, menyampaikan gagasan," imbuh mantan Panglima TNI ini.

Yang jelas, dia berharap, rakyat mengetahui betul apa yang menjadi visi-misi peserta, termasuk capres dari partai lain. Jadi tidak hanya mengandalkan iklan di televisi.

"Jangan hanya mengandalkan iklan kepada masyarakat. Tapi bagaimana menjual gagasan. Sehingga masyarakat memutuskan siapa yang akan mereka pilih berdasarkan gagasan siapa yang bisa mengatasi persoalan mereka,"  ungkapnya.

Hasil survei SSSG, Dahlan Iskan mengungguli 10 peserta lainnya dengan tingkat popularitas 15,1 persen. Kemudian berturut-turut Marzuki Alie 12,5 persen, Anies Baswedan 9,2 persen, Pramono Edhie Wibowo 8,8 persen, dan Dino Patti Djalal,  7,0 persen, Ali Masykur Musa 5,3 persen.

Selanjutnya, Endriartono Sutarto 4,9 persen, Gita Wirjawan 4,3 persen, Hayono Isman 3,4 persen, Irman Gusman 1,6 persen, dan Sinyo Harry Sarundajang 0,6 persen.

Sementara terkait kelayakan sebagai capres, Dahlan Iskan tetap berada di posisi teratas 31,8 persen. Lalu diikuti Anies Baswedan 5,6 persen, Pramono Edhie Wibowo 2,6 persen, dan Marzuki Alie 2,1 persen dan Endriartono Sutarto 1,0 persen.

Sementara  Gita Wirjawan 1,0 persen, Hayono Isman 0,6 persen, Dino Patti Djalal 0,4 persen, Ali Masykur Musa 0,3 persen. Terakhir Irman Gusman dan Sinyo Harry Sarundajang sama-sama 0,0 persen. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya