Ajakan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya, agar warga yang dipimpinnya memilih Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai presiden pada 2014 mendatang tepat. Pasalnya, tidak bisa dimungkiri, tantangan negara ke depan adalah masalah ekonomi, terutama bagaimana seluas-luasnya menyejahterakan rakyat.
“Jadi, kepemimpinan ke depan haruslah dari tokoh yang memiliki rekam jejak mengelola perekonomian nasional,†ujar Sekretaris Fraksi PAN DPR RI, Teguh Juwarno (Kamis, 12/9).
Dukungan Mulyadi itu disampaikan kemarin dalam kunjungan kerja Hatta, yang sekaligus menghadiri acara groundbreaking (pemancangan tiang perdana) Proyek Pembangunan Pabrik Semen Merah Putih PT Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
"Insya Allah Pak Hatta jadi pemimpin nasional di 2014. Apalagi sudah empat kali menjadi pejabat menteri. Saya ingin mengajak masyarakat bekerja sama. Urang pilih Pak Hatta yuk (mari kita pilih Pak Hatta) sebagai Presiden," ujar Mulyadi yang sontak disambut tepuk tangan meriah segenap hadirin.
Menanggapi pernyataan Mulyadi, Hatta hanya tersenyum simpul. Beberapa waktu lalu, Hatta memang telah ditetapkan sebagai calon presiden oleh Partai Amanat Nasional dalam Rakernas.
Namun demikian, melanjutkan keterangannya, Teguh mengakui, dukungan terbuka Bupati Lebak itu justru semakin melecut para kader PAN untuk bekerja lebih keras meningkatkan elektabilitas partai. “Kami punya target untuk bisa meraih
double digit, yakni satu daerah pemilihan satu kursi dalam Pileg 2014 yang akan datang,†tambahnya. Dengan demikian PAN menjadi amat layak untuk mengusung Hatta sebagai Capres di 2014.
Sementara Wakil Sekretaris Jendral PAN, Azis Subekti, mengatakan, apa yang dilakukan Bupati Lebak itu merupakan
endorsement yang didasari keyakinan akan kemampuan Hatta memimpin dan menyelesaikan masalah.
“Tetapi harus kami katakan tanpa bermaksud subjektif atau malah mempropaganda, banyak kelebihan Pak Hatta yang belum diketahui masyarakat. Jadi itu dukungan yang tepat,†kata Azis.
Kemarin dalam kunjungan itu, Hatta Rajasa disambut meriah oleh warga Bayah, Lebak, Banten. Kedatangan Hatta untuk melakukan peletakan batu pertama berdirinyapabrik Semen merah Putih, bagian dari proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Menggunakan kemeja safari hitam, Hatta datang bersama Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal; Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak; dan Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun. Mereka disambut tarian khas Banten Walijah Maliha.
Dalam sambutannya, Hatta menegaskan MP3EI yang dijalankan pemerintah sejak 2012 menekankan pada koridor pembangunan daerah Indonesia sehingga tidak ada lagi daerah tertinggal; konektivitas infrastruktur dengan melibatkan pemerintah, BUMN dan swasta; serta peningkatan Sumber Daya Manusia dan teknologi.
"Banten itu masuk koridor Sumatera dan masuk dalam lima kawasan perhatian investasi (KPI). Diantaranya Lebak, Cilegon, Tangerang, Serang, Pandegelang," tegas Hatta, saat memberi sambutan.
Dalam suasana pertumbuhan dan investasi yang terus meningkat, Hatta mengingatkan bahwa kebutuhan semen secara nasional baru mencapai 200 kg per kapita. "Itu terkecil se-Asia. Makanya kita akan terus lakukan akselerasi. Dengan MP3EI nanti kita targetkan kebutuhan semen pada tahun 2020 lebih dari 300 kg per kapita. Kemudian 2025 idealnya 600 kg per kapita," terang Hatta.
Semen Merah Putih menargetkan akan menyerap 4.000 tenaga kerja lokal Banten dan memproduksi 4 juta ton semen per tahun.
[zul]