Berita

mega-jokowi/net

Jokowi 'Digantung', Megawati Dinilai Masih Ngarep Jadi Capres untuk Kali Ketiga

RABU, 11 SEPTEMBER 2013 | 08:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dinilai masih punya hasrat kembali maju untuk yang ketiga kali pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Itulah salah satu alasan kenapa akhirnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tidak memutuskan siapa calon presiden yang akan diusung.

Padahal, sejumlah kader PDIP sudah banyak mendukung agar Joko Widodo diputuskan sebagai capers. Mengingat, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu paling moncer.

"Kenapa belum diumumkan, karena juga ada faktor Mega. Kita jangan membaca secara linier bahwa kandidat calon presiden itu Jokowi," ujar pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.


Menurut Gun Gun, PDIP belum juga memutuskan siapa capres karena masih membaca secara cermat pergerakan suara PDIP pada Pemilihan Legislatif 2014. Apakah peningkatan suara terus positif, seperti ditunjukkan sejumlah lembaga survei dan bisa meraih suara 27 persen suara nasional, seperti ditargetkan partai tersebut.

Kalau target tercapai, PDIP tentu percaya diri untuk memenangi kontestasi. "Sehingga kalau mereka bisa menghasilkan target ideal perolehan suara mereka, belum tentu Bu Mega tidak maju," jelas Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute ini.

Faktor lain, kenapa belum diputuskan siapa capres, adalah terkait Jokowi. Apakah Jokowi mau mengambil risiko di antara pilihan yang memang dilematis. Di satu sisi, ada tuntutan untuk menyelesaikan tugas di DKI selama lima tahun. Tapi di sisi lain, ada harapan publik agar Jokowi maju di 2014.

"Proses-proses seperti ini menjadi faktor pengubah apakah Jokowi jadi dimajukan atau tidak. Tapi saya lihat dinamika setelah Rakernas, terutama setelah Jokowi diberi panggung, Jokowi semakin diintensifkan mendapat panggung di khalayak," ungkapnya.

Karena itu menurut Gun Gun, PDIP akan menentukan capres setelah pileg April mendatang. "Saya membaca ada potensi setelah pemilihan legislatif. Meskipun banyak orang menyebut diumumkan pada ulang tahun PDIP, Februari," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya