Berita

gedung dpr senayan/net

Hukum

KPK-DPR Sepakat Genjot Pencegahan Korupsi di Senayan

SELASA, 10 SEPTEMBER 2013 | 14:16 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah berembuk dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna melakukan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi yang belakangan kerap menjerat anggota di lembaga legislatif tersebut.

Hal itu sebagaimana dikatakan Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (10/9).

"Pimpinan DPR beserta Sekjen DPR dalam pertemuan itu materi utamanya adalah bagaimana secara bersama-sama melakukan tindakan pencegahan korupsi di lembaga negara termasuk di DPR," kata dia.


Politikus nyaring asal PDI Perjuangan ini tak menampik bahwa DPR adalah lembaga yang sarat akan tipikor. Praktik korupsi, lanjut dia, biasanya terjadi dalam hal pengawasan, legislasi hingga penganggaran. Hal itu belum bisa dicegah meski tata tertib yang ketat gencar diberlakukan.

"Kami menyadari bahwa walaupun sudah mempunyai UU MD3, tata tertib DPR dan sebagainya, terhadap tiga fungsi utama tugas yang dimiliki oleh DPR ini masih juga rawan terhadap tindak pidana korupsi," kata dia.

Pram, biasa ia disapa, menyatakan KPK sejalan dengan DPR. Lembaga pimpinan Abraham Samad Cs ini mengendus praktik korupsi yang ada di DPR. Lantaran itu, DPR juga bakal melakukan pembenahan untuk mencegah terjadinya praktik korupsi tersebut.

"Maka kemungkinan peristiwa korupsi itu yang sebelumnya hanya kami duga di Banggar termasuk saat ini di dalam proses legislasi yang dilakukan. Karena itu DPR melakukan perubahan dan juga pembenahan karena korupsi musuh kita bersama," tekan dia.

Terakhir, Pram tambahkan, dalam kesempatan tadi, pihaknya juga menerima saran KPK terkait upaya pencegahan korupsi. Diantaranya menyangkut proses legislasi, penganggaran hingga pengawasan yang dinilai rawan terjadinya praktek korupsi maupun penyelewengan lainnya.

"Yang menjadi salah satu fokus adalah proses pembahasan dan pengesahan UU. Maka itulah kemudian kami membuka diri (kepada KPK) untuk juga melakukan semacam pendalaman lebih lanjut dalam peristiwa-peristiwa (korupsi) seperti ini supaya ini tidak terjadi di lembaga kami," demikian Pram. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya