Partai Nasdem mendesak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk segera mengumumkan tiga nama calon Kapolri yang terindikasi memiliki rekening gendut.
Ketua DPP Partai Nasdem, Akbar Faizal berpendapat, seyogyanya tidak ada perlakuan berbeda kepada warga negara apapun pangkat dan jabatannya.
"Termasuk yang terduga memiliki rekening gendut," sambung Akbar, Selasa (10/9).
Mantan anggot DPR itu menegaskan, para pati Polri yang terindikasi itu harus bisa menjelaskan asal muasal uang di rekening mereka.
"Kompolnas jangan bermain petak umpet. Umumkan saja dan proses hukum jika ada keanehan disitu," desaknya.
Sebelumnya, Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala mengatakan hal itu bahkan telah dilaporkan pihaknya kepada Presiden SBY. Namun Adrianus enggan menyebut nama tiga calon Kapolri dimaksudnya itu.
"Kami sebutkan tentang rekening gendut ke presiden. Ada indikasi tiga orang dari tujuh yang didorong," ujar Adrianus di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, kemarin (Senin, 9/9).
Diketahui selama dua pekan dalam bulan Juli lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa LHKPN miliki sembilan calon Kapolri. Kesembilan calon kapolri tersebut adalah Komjen Anang Iskandar, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Wakil Kepala Badan Reserse Inspektur Jenderal Anas Yusuf, dan Asisten Operasi Kapolri Irjen Badrudin Haiti.
Kemudian Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno, Kapolda Bali Irjen Pol Drs Arif Wachjunadi, Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya Kadiv TI Polri, dan mantan Kepala Divisi Humas Markas Besar (Mabes) Polri Irjen Polisi Saud Usman Nasution.
[wid]