Berita

Robert Tantular/net

Hukum

CENTURYGATE

Robert Tantular: LPS Ambil Sepihak Bank Century

SENIN, 09 SEPTEMBER 2013 | 23:14 WIB | LAPORAN:

Bekas pemilik Bank Century, Robert Tantular diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seputar kronologis pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"Hari ini lebih pendalaman kepada kronologi bagaimana permohonan dari direksi bank Century hanya Rp 1 triliun bantuan liquiditas dari Bank Indonesia tetapi kenyataanya justru dibailoutnya Rp 6,7 triliun. jadi itulah yang didalami," kata dia usai menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin malam (9/9).

Robert keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 22.00 WIB tadi. Pria yang mengenakan kemeja batik lengan panjang itu menyatakan bahwa dirinya sama sekali tak terlibat dalam pemberian bailout Bank Century. Sebab, dirinya tidak pernah ditanya soal setuju atau tidaknya mengenai pemberian bailout untuk Bank Century.


"Itu tidak pernah ditanya setuju atau tidak setuju (bailout). Karena langsung diambil alih oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) secara sepihak," terangnya.

Kendati begitu, dia masih enggan menunjuk langsung pihak yang bertanggung jawab. Dia berharap agar KPK bisa mendalami siapa pihak yang berperan dibalik semua itu.

"Itulah yang perlu didalami oleh KPK. Jadi kita harapkan KPK independen untuk membuka hal ini," tandas terpidana kasus penggelapan dana nasabah Bank Century yang diperiksa untuk tersangka Budi Mulya itu.

KPK sendiri sejauh ini telah menetapkan Budi Mulya terkait dugaan tindak korupsi bailout Bank Century Rp 6,7 triliun. Budi Mulya waktu itu merupakan Deputi V Bidang Pengawasan Bank Indonesia. Dia. Disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait kucuran dana Bail Out Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya