Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dimintai untuk mengumumkan tiga nama calon Kapolri, yang diduga terindikasi memiliki rekening gendut.
Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala sebelumnya mengungkapkan, pihaknya sudah mengantongi tiga nama pengganti Jenderal Timur Pradopo tersebut.
Untuk itu, Sekjen Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Didi Supriyanto meminta agar Kompolnas terbuka. Pasalnya, Kapolri terpilih bukan dari orang yang bermasalah.
"Harus terbuka, karena itu salah satu fungsi dibentuknya Kompolnas," terang Didi, yang juga caleg dari Partai Amanat Nasional itu kepada
Rakyat Merdeka Online, Senin (9/9).
Menurut Didi, diantara fungsi dibentuknya Kompolnas adalah, selain mengawasi kepolisian, juga untuk menyampaikan kepada publik keberadaan yang sebenarnya di internal polri.
Adrianus Meliala mengatakan, tiga nama dari tujuh calon Kapolri telah dilaporkan kepada Presiden SBY. Naun Adrianus enggan menyebut nama tiga calon Kapolri dimaksudnya itu.
Kompolnas, lanjutnya, berharap sepulang presiden dari kunjungan kerjanya di Rusia dapat segera menentukan nama calon kapolri untuk diberikan ke DPR.
Selama dua pekan dalam bulan Juli lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa LHKPN miliki sembilan calon Kapolri. Kesembilan calon kapolri tersebut adalah Komjen Anang Iskandar, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Wakil Kepala Badan Reserse Inspektur Jenderal Anas Yusuf, dan Asisten Operasi Kapolri Irjen Badrudin Haiti.
Kemudian Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno, Kapolda Bali Irjen Pol Drs Arif Wachjunadi, Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya Kadiv TI Polri, dan mantan Kepala Divisi Humas Markas Besar (Mabes) Polri Irjen Polisi Saud Usman Nasution.
[rus]