Berita

ilustrasi/net

Hukum

Korupsi Gagal Diatasi Akibat Persekongkolan Oknum Parpol, Birokrasi dan Pengusaha

MINGGU, 08 SEPTEMBER 2013 | 20:26 WIB | LAPORAN:

Agenda penanganan korupsi yang seharusnya menjadi prioritas ternyata masih menjadi masalah serius. Korupsi gagal ditangani akibat terjadinya persekongkolan oknum di partai politik, birokrasi, dan pengusaha. Alih-alih itu, korupsi pun semakin kronis.

Begitu rumusan hasil Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2013, yang dibacakan pimpinan sidang KH Ishomudin di Pondok Pesantren Universitas Sains Al Quran (UNSIQ), Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (8/9).

Kiai Ishom menambahkan, korupsi yang semakin kronis mengakibatkan melemahnya sendi-sendi kehidupan bernegara dan kepemimpinan nasional dalam upaya mewujudkan kemakmuran rakyat.


Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di kesempatan yang sama mengatakan, semakin kronisnya korupsi di Indonesia mengakibatkan apatisme tumbuh subur di tengah masyarakat. Kondisi ini juga diakibatkan oleh penerapan demokrasi liberal yang hanya menekankan pada aspek prosedural.

"Di mobil-mobil banyak ditemukan tulisan ‘piye kabarmu, le? Sik penak jamanku tho?’. Itu bentuk keputusasaan masyarakat, apatisme yang apabila tidak ditangani serius akan sangat membahayakan," ungkap Kiai Said.

Meski demikian Kiai bergela doktor lulusan Universitas Ummul Qura’, Mekkah, tersebut meminta masyarakat untuk tidak putus asa. Kiai Said mendorong seluruh elemen bangsa untuk terus berusaha dan berdoa, salah satunya melaksanakan istighotsah sebagai bentuk ungkapan doa bersama.

"Seburuk apapun kondisi bangsa kita saat ini, kita tidak boleh putus asa. Kita semua harus terus berusaha dan berdoa, agar Allah segera memberikan jalan keluar terbaik," pungkasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya