Berita

Miss World Bagian dari Proyek Imperialisme!

SABTU, 07 SEPTEMBER 2013 | 21:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penyelenggaraan Miss World di Indonesia sangat meresahkan masyarakat. Pasalnya, kontes kecantikan itu tidak sejalan dengan budaya Indonesia.

Makanya, tidak hanya umat Islam, umat agama lainnya juga menolak perhelatan yang sedianya akan digelar di Bali dan Jawa Barat.

Apalagi, ajang tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan bagian dari proyek imperialisme dan liberalisme yang disuguhkan oleh negara barat yang dibungkus kontestasi.


"Tradisi dan budaya bangsa itu berdasarkan pada asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Aturannya sudah ada. Bila dilanggar, maka penyelenggara harus siap menerima segala bentuk konsekuensinya," tegas Jurubicara Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia ’98, Ahmad Nur Hidayat (Sabtu, 7/9).

Ahmad menjelaskan, penilaian bahwa dengan pelaksanaan Miss World sangat menguntungkan dari sisi sektor perekonomian seperti menarik investor bagi Indonesia adalah bohong besar.

Dia mengingatkan, Bangsa Indonesia memiliki harga diri. Sampai kapan pun harga diri itu tidak bisa dibeli dengan uang. Karena martabat, harga diri, dan kehormatan bangsa diatas segala-galanya sehingga tidak boleh ada satu negara lain pun yang melecehkan kebesaran bangsa ini.

"Kalau kita telusuri dengan berbagai pertimbangan, sisi mudharatnya lebih tinggi daripada sisi manfaat yang bisa diambil oleh bangsa dan negara. Di katakan mudharat, karena dosa sosialnya jauh lebih besar. Kami juga mengajak kepada masyarakat yang lainnya untuk peduli terhadap kehormatan bangsa," tegasnya.

Oleh karena itu, PP PPMI ’98 mendesak Presiden SBY menolak perhelatan Miss World di Indonesia. "Lebih baik dan lebih bermanfaat bila pemerintah mengurus masalah ekonomi rakyat termasuk kaum buruh, mengatasi pengangguran, menindak tegas para koruptor, sampai memberikan kesejahteraan pada rakyat," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya