Berita

ban ki-moon/net

Sekjen PBB: Aksi Militer ke Suriah Picu Kekerasan Lebih Lanjut

SABTU, 07 SEPTEMBER 2013 | 09:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon, mendesak para pemimpin negara yang saat ini sedang berkumpul dalam pertemuan G-20 di St. Petersburg, untuk mencari cara lain, selain cara-cara militer,  sebagai penyelesaian politik atas masalah yang sedang terjadi di Suriah.

"Saya harus mengingatkan bahwa aksi militer yang dianggap buruk dapat menyebabkan konsekuensi serius dan juga tragis, dan justru akan meningkatkan ancaman kekerasan lebih lanjut," ujar Ban dalam komentarnya, seperti yang dirilis oleh situs resmi PBB, un.org (Sabtu, 7/9).

Pernyataan Ban Ki-moon ini menyusul tindakan Amerika Serikat yang sedang berupaya mencari dukungan internasional untuk melancarkan upayanya  melakukan intervensi militer ke Suriah.


Ban menekankan pentingnya resolusi damai atak kasus Suriah. Ia mendorong komunitas internasional untuk menyelesaikan masalah Suriah seperti pada Konfensi Jenewa yang akan membawa semua pihak yang terkait untuk duduk bersama dan berbincang salam satu meja perundingan

"Kita harus mencari cara untuk menghindari militerisasi konflik dan merevitalisasi mencari penyelesaian politik sebagai gantinya," ungkap Ban.

Di samping itu, Ban juga mengimbau pada seluruh pemimpin dunia untuk meningkatkan dukungan serta operasi kemanusiaan terhadap Suriah dan negara-negara tetangganya. Karena negara-negara tetangga saat ini menampung lebih dari dua juta pengungsi Suriah, dan mereka membutuhkan bantuan-bantuan kemanusiaan.

"Ini adalah krisis kemanusiaan proporsi belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Dunia harus melakukan segalanya dalam kekuasaan untuk menghentikan penderitaan rakyat Suriah, " demikian Ban. [ysa]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya