Berita

as hikam/net

Analisa Pencapresan Jokowi Ganggu Soliditas PDIP Tak Sesuai Fakta

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2013 | 23:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

‪Analisa bahwa pencapresan Jokowi akan mengganggu soliditas internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak meyakinkan dan didukung fakta.

Bagaimanapun, Jokowi merupakan magnet dan tumpuan harapan bagi PDIP untuk menjadi pemegang kendali pemerintahan setelah Megawati gagal memenangi Pilpres pada 2004 dan 2009 yang lalu.

Begitu disampaikan pengamat politik AS Hikam menanggapi pandangan pengamat politik Prof. Maswandi Rauf bahwa sangat riskan bila PDIP mencapreskan Jokowi pada pemilu 2014 karena bisa mengganggu soliditias internal PDIP. Pasalnya, kata dia, Jokowi bukanlah tokoh utama di partai dan masih terikat dengan komitmen untuk untuk menuntaskan kepemimpinan di Jakarta.


"Mungkinkah kesempatan yang langka ini akan disia-siakan oleh PDIP dan elitnya? Dalam politik semua mungkin saja terjadi, tetapi probabilitasnya sangat kecil bahwa internal PDIP pecah hanya gara-gara pencapresan Jokowi," tulis Hikam dalam akun jejaring sosial miliknya, mashikam.com.

Kendati bukan "darah biru" keluarga Bung Karno ataupun kader lama PDIP, kata Hikam, tetapi Jokowi adalah perekat dan sekaligus simbol keunggulan partai serta daya tarik yang paling menjual untuk pencapresan. Bahkan jika dibandingkan dengan Megawati atau petinggi yang lain.

Dia tekankan, kalaupun seandaniya PDIP tidak mencalonkan Jokowi maka hal itu bukan disebabkan karena Jokowi jadi faktor pemecah soliditas internal partai. Tetapi mungkin saja karena masih kuatnya tarikan feodalisme di dalam elite PDIP.

"Jika para petinggi partai cukup rasional dan benar-benar mementingkan nasib bangsa dan NKRI, bukan kepentingan pribadi dan kelompok atau keluarga, maka mencapreskan Jokowi adalah pilihan historis dan paling tepat," tulis Hikam[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya