Berita

joko widodo/net

Bangun Jakarta, Jokowi Jangan Sampai Rugikan Rakyat

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2013 | 13:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Peliknya membangun dan menata Jakarta mungkin baru dirasakan Gubernur Joko Widodo beberapa bulan terakhir. Masalah utamanya terletak pada sejauh mana upaya Pemerintah Provinsi keluar dari situasi dilematis antara kepentingan menerapkan peraturan atau kebijakan dengan kepentingan warganya.

Teknisnya adalah bagaimana “menyambungkan” dua kepentingan itu tanpa ada pihak yang merasa “dirugikan”. Pasalnya, hitungan “untung-rugi” inilah yang selama ini seperti jadi “hantu” dalam penataan Jakarta. Padahal, peraturan adalah peraturan, sehingga hanya perlu ketegasan saja dalam pelaksanaannya.

"Pertimbangan itulah yang akhirnya membuat proses penataan kota jadi tak mudah, perlu waktu, dan pasti perlu biaya. Terlebih bila kebijakan itu mendobrak kemapanan masalah plus 'keuntungan' dari masalah itu yang dinikmati sekian lama baik oleh oknum pemda, elemen atau kelompok tertentu, maupun oleh warga sendiri. Akibatnya, istilah ganti-rugi pun sering berubah jadi ganti-untung," ujar calon anggota DPD dari Jakarta Rommy dalam keterangannya kepada pers (Jumat, 6/9).


Sebetulnya hal itu tak terlalu penting dipersoalkan bila hasil dari penerapan kebijakan itu pada akhirnya sesuai dan memadai. Lagipula, pemerintah di level apapun punya kewajiban untuk melindungi kepentingan warga Negara.

Menurutnya, penataan Waduk Pluit dan Tanah Abang adalah contoh kasus happy ending dari ketersambungan antara dua kepentingan tersebut. Dalam pelaksanaannya memang sebagian “kocek” APBD lumayan terkuras. Dalam hal apapun selalu ada harga yang timbul.

"Tapi warga Jakarta khususnya melihat bahwa hasilnya memang sepadan. Setidaknya, ada ruang terbuka hijau di Pluit dan warga eks penghuni tepian waduk itu kini tinggal cukup nyaman di rusun yang disediakan oleh pemda dengan segala fasilitasnya," imbuh bekas aktivis IPM ini.

Demikian pula, ruas jalan Pasar Tanah Abang yang dulu “horror” karena macet, kini cenderung lebih lengang setelah dilakukan penertiban dan relokasi PKL oleh pemda.

Dijelaskannya, situasi dilematis, kerumitan dan risiko serupa sangat mungkin terjadi pada upaya penanganan soal lain, seperti  banjir, kekumuhan, atau kemacetan akut yang terjadi di beberapa wilayah Jakarta.

"Di satu sisi, kita memang harus mendorong Pemda DKI Jakarta untuk menangani persoalan itu secara tegas dan tuntas. Karena dampak kerugiannya yang meluas. Di sisi lain, kita juga menghendaki agar pelaksanaan kebijakan itu juga tetap berprinsip pada perlindungan hak yang melekat pada masyarakat sebagai warga Negara.

Namun, kasus Waduk Pluit dan Tanah Abang setidaknya layak jadi cermin bahwa penataan kota Jakarta merupakan tanggung jawab bersama pemda DKI Jakarta dan warganya. Tanpa kesadaran itu, maka upaya apapun tidak akan maksimal dan bahkan sia-sia saja. "Jadi, tidak hanya pemerintah yang wajib aktif dalam menyelesaikan masalah, masyarakat pun hendaknya mendukung agar kebijakan pemerintah berhasil," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya