Berita

mega-jokowi/net

Serangkan terhadap Jokowi Semakin Kencang Kalau Ditetapkan sebagai Capres

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2013 | 09:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

PDI Perjuangan didukung untuk tidak segera memutuskan sekaligus mengumumkan nama Joko Widodo sebagai calon presiden pada pelaksanaan Rapat Kerja Nasional yang mulai digelar hari ini.  Lebih baik, Jokowi disarankan fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk enam bulan ke depan.

Pengamat politik Ary Dwipayana menilai, saat ini sudah muncul manuver-manuver untuk melakukan delegitimasi terhadap mantan Walikota Solo itu.

Misalnya, Jokowi disebut inkonsisten, haus kekuasaan, tidak amanah kalau maju sebagai calon presiden. Baik itu dilakukan oleh Partai Gerindra atau partai lain karena elektabilitas Jokowi cukup tinggi.


Tidak hanya lewat opini, sambung Ary, penjegalan juga akan dilakukan lewat prosedural resmi. Karena Jokowi harus minta izin kepada DPRD DKI Jakarta kalau ingin maju sebagai calon presiden.

"Dalam kondisi semacam itu, tidak terlalu efektif Jokowi dimunculkan oleh PDIP. Manuver itu bisa dihindari atau dibuat menjadi sangat tidak efektif kalau Jokowi dan PDIP tidak terburu-buru," ujar Ary yang juga dosen Ilmu Politik UGM ini kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 6/9).

Karena itu menurut Ary, yang harus dilakukan Jokowi saat ini sampai enam bulan ke depan adalah fokus menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Ibukota. Sementara soal penetapan Jokowi sebagai capres, sebaiknya dilakukan pada waktu mendekati Pemilu Legislatif.

"Dari hitung-hitungan, tidak ada yang lain selain Jokowi dan Mega. Kalau yang lain kecil. Cuma dua nama itu. Persoalannya, apakah Mega-Jokowi, Jokowi-X, atau Mega-X, itu tergantung pada pilihan Bu Mega," ungkapnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya