Berita

Hukum

Raibnya 15 Anggota DPR di Audit II Hambalang Sarat Kongkalikong!

RABU, 04 SEPTEMBER 2013 | 18:51 WIB | LAPORAN:

Hilangnya 15 nama anggota Dewan dalam draft audit investigasi jilid II Hambalang setebal 108 halaman yang diserahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke Komisi X DPR pada Jumat (23/8) pekan lalu, patut dipertanyakan terus.

Sebab, dalam draft audit yang beredar di kalangan media massa pada Juli 2013, terdapat 15 nama inisial anggota Komisi X DPR yang diduga ikut memuluskan anggaran  Kementerian Olahraga dan Pemuda untuk proyek Hambalang. Inisial nama-nama anggota DPR yang dilaporkan karena diduga 'hilang' yaitu MNS, RCA, HA, AHN, APPS, WK, KM, JA, MI, UA, AZ, EHP, MY, MHD, dan HLS.

"Ini tentu sangat mengherankan karena apa yang diterima berbeda dengan apa yang diserahkan oleh BPK pada Komisi X DPR RI," tegas Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Muhammad Adam Irwansyah di Jakarta, Rabu (4/9).


Menurut Adam, wajar muncul kecurigaan di banyak kalangan bahwa ada kongkalikong antara DPR dan BPK sehingga nama 15 anggota DPR tersebut tiba-tiba 'hilang' dari laporan audit bertanggal 23 Agustus 2013. Apalagi sekedar mengingatkan, anggota BPK dipilih oleh anggota DPR. Bahkan ada anggota BPK saat ini merupakan anggota dewan di waktu lalu.

"Tentunya anggota dewan tersebut juga memiliki hak jawab atas kabar yang telah beredar luas dimasyarakat," ujar Adam lagi.  

Seperti diketahui, kasus korupsi proyek sport center Hambalang telah menyeret banyak nama dalam pusarannya. Andi Malaranggeng harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga karena diduga terkait kasus yang merugikan negara Rp 463,66 miliar tersebut.

Bahkan akibat kasus Hambalang, karier politik Anas Urbaningrum di Partai Demokrat harus tamat usai didesak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum dan anggota partai. Selain itu, ada beberapa anggota DPR yang berasal dari Partai Demokrat telah merasakan hidup dan tinggal di hotel prodeo usai dijatuhkan hukuman pidana oleh pengadilan Tipikor, seperti Angelina Sondakh dan M.Nazaruddin.

"Kami sebagai mahasiswa mendesak KPK menangkap para tersangka dan memenjarakan, serta sejauh mana pusaran badai kasus proyek Hambalang ini akan menyeret pihak-pihak terkait untuk mendekam dalam dinginnya penjara," desak Adam.[wid]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya