Berita

Budiman Sudjatmiko/net

Hukum

PDIP Siap Bongkar Dugaan Korupsi e-KTP

RABU, 04 SEPTEMBER 2013 | 16:57 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi II DPR Budiman Sudjatmiko mengaku ada permintaan dana yang melonjak hingga ratusan miliar dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP). Meskipun demikian, ia mengaku pihaknya di Komisi II telah melakukan pengawasan dengan ketat terhadap proyek tersebut.

"Kami merasa bahwa kami sangat ketat dalam mengawasi hal itu hingga teknisnya. Bahkan kita pernah mengundang pejabat eks Depdagri yang tahu betul sejarah e-KTP itu," ujar Budiman saat hadiri Forum Group Discussion mengenai 'Sistem dan Fenomena Politik di Indonesia', di kantor KPK, Jakarta, Rabu (4/9).

Permintaan tambahan anggaran proyek ini menyebabkan munculnya ada indikasi suap yang diterima oleh beberapa pihak, seperti yang disampaikan oleh Nazaruddin digedung KPK pada beberapa waktu lalu, dimana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang saat itu masih menjabat menjadi anggota Komisi II DPR menjadi salah satunya. Namun, Budiman mengaku tidak percaya dengan pernyataan yang diberikan oleh Mantan Bendahara Umum Demokrat tersebut.


"Saya tidak pernah percaya dengan hal itu. Karena dalam suatu acara kunjungan pertama saya sebagai anggota dewan, saya pernah dikasih amplop oleh pejabat setempat, dan mas Ganjar waktu itu mengingatkan untuk tidak membiasakan hal itu. Sehingga saya tidak percaya Ganjar melakukan hal itu," jelas politikus PDI Perjuangan itu.

Meskipun demikian, Budiman mengaku bahwa dia tidak memiliki tolak ukur apapun yang dapat membuktikan pernyataan tersebut. Tetapi ia mengaku bahwa ia siap membantu untuk membongkar kasus ini.

"Silahkan saja dibongkar. Saya, Ganjar, dan Arif Wibowo (Wakil Ketua Komisi II DPR) dengan senang hati akan membantu membongkarnya," jelas Eks Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu.

Sebelumnya, Nazaruddin menyatakan telah terjadi penggelembungan anggaran pengadaan e-KTP sebesar 45 persen dari proyek yang bernilai Rp 5,9 triliun. Nazaruddin mengatakan ada beberapa pihak yang menerima aliran dana tersebut. Selain Ganjar Pranowo, pihak lain yang disebutkan oleh Nazaruddin adalah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Anas Urbaningrum, Sekretaris Jenderal Kemendagri Dian Anggareni selaku Pejabat Pembuat Komitmen Sugiarto, dan Ketua Panitia Lelang Drajat Wisnu S. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya