Komite Konvensi Partai Demokrat telah memutuskan 11 orang sebagai peserta penjaringan calon presiden. Diharapkan, konvensi berjalan secara agar melahirkan pemimpin yang siap mengabdikan diri bagi bangsa dan negara serta mempunyai gagasan untuk memajukan Indonesia, juga bisa melakukan percepatan perubahan dan pengentasan kemiskinan dengan segera.
Harapan itu disampaikan Ketua Bidang Otonomi Daerah DPP KNPI Alfrisco dalam keterangannya yang diterima Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 3/9).
"Bahwa bangsa kita ini memerlukan pememimpin yang betul-betul bisa melakukan percepatan pembanguna Indonesia lebih cepat. Dengan potensi sumber daya alam yang begitu melimpah dan pemimpin harus bisa mempercepat menghilangkan kemiskinan yang lebih kurang 30 juta itu. Itu semua bisa dilaksanakan asal kemauan politik pemimpin dan masyarakat yang lain bisa bersama-sama dalam mensukseskan percepatan pembangunan," ungkapnya.
Di luar dari 11 peserta konvensi tersebut, dia menilai sebenarnya ada tokoh yang punya ide dan gagasan yang mampu mepercepat pembangun di Indonesia, yaitu H. Ir. Isran Noor, M.Si, Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Apalagi, Bupati Kutai Timur itu adalah seorang pemimpin yang lahir dari rahim otonomi daerah.
Tapi sayang Komite Konvensi belum memberikan kesempatan kepada Isran Noor, yang juga Ketua Umum Penyuluh Pertanian Seluruh Indonesia itu untuk menjelaskan ide-ide dan gagasan-gagasan besar kepada masyarakat Indonesia.
"Saya melihat ide dan gagasan yang selama ini muncul dari H. Ir. Isran Noor, M.Si sangat baik diterapkan untuk percepatan pembangunan di Indonesia sehingga tingkat kemiskinan akan cepat teratasi. Itu sudah dibuktikan oleh H. Ir. Isran Noor, M.Si di Kutai Timur selaku bupati. Dimana dimasa kepemimpinan beliau, tingkat kemiskinan di Kutim tiap tahun terus menurun dengan sangat cepat," jelas pria yang akrab disapa Dedy ini.
Karena itu, Dedy berharap Isran Noor tidak berkecil hati lantaran tidak diundang Komite Konvensi. Isran harus tetap dapat mengabdikan diri untuk bangsa Indonesia serta memberikan ide dan gagasan besar demi pembangunan Indonesia walaupun tidak ikut serta dalam konvensi Partai Demokrat.
"Saya yakin H. Ir. Isran Noor, M.Si akan legowo sekalipun tidak ikut serta dalam konvensi Partai Demokrat. Saya yakin niat baik untuk membangun bangsa ini akan menjadi harapan dari semua masyarakat Indonesia," tandasnya.
[zul]