abdullah rasyid (kanan)/rmol
Dukungan kepada calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara I, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME terus mengalir. Dukungan kali ini datang dari 2.400 anggota Pengajian Ibu-Ibu Pesisir Nelayan (PIPN) se-Kecamatan Medan Belawan.
Sebelumnya dukungan dari Forum Komunikasi Becak Motor se-Medan Utara, Brigade BKPRMI, Persatuan Tukang Es Puter, Paguyuban Jawa Bersatu dan PAN se-Kota Medan sudah disampaikan kepada mantan Ketua Umum DPP BM PAN tersebut.
Sementara dukungan PIPN ini disampaikan langsung oleh ketua umumnya, Siti Khalija di hadapan seluruh anggota PIPN. Juga turut mendampingi Siti Khalija, Sari Banun Sekretaris Umum, serta jajaran pimpinan pengurus PIPN se-Kecamatan Medan Belawan pada acara Halal bi Halal PIPN se-Kecamatan Medan Belawan kemarin.
Acara tersebut juga dihadiri Ir. H. Abdullah Rasyid, ME beserta rombongan.
Menurut Siti Khalija, Abdullah Rasyid merupakan sosok paling merakyat dan selalu mau mendengar serta memperjuangkan aspirasi rakyat sehingga pantas untuk dipilih mewakili masyarakat Sumatera Utara. Selain itu, Abdullah Rasyid salah satu tokoh muda Sumatera Utara yang berpotensial untuk meringankan dan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
"Sosok Abdulah Rasyid telah lama dekat dengan masyarakat pesisir. Beliau sangat memperhatikan kehidupan nelayan dan rakyat kecil. Sewaktu kami mendengar Abdullah Rasyid masuk dalam daftar calon legislatif DPR RI dapil I Sumatera Utara, maka kami langsung memutuskan untuk mendukung dan mencoblos Abdullah Rasyid pada pemilu 2014 nanti," ujar Sari Banun menambahkan.
Pada acara tersebut, Abdullah Rasyid mengucapkan terima kasih atas dukungan nyata PIPN Medan Belawan dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir. Abdullah Rasyid juga menghimbau untuk mengajak sanak saudara untuk berpartisipasi pada pemilu 2014 yang akan datang. Hal ini untuk mengurangi angka golput di pemilu 2014.
Pasalnya, di beberapa pilkada, angka golput sangat memprihatikan. Jika angka golput terus terjadi maka yang duduk sebagai anggota dewan nanti baik DPR RI, DPR Provinsi, DPR Kota/Kab merupakan orang yang tidak dapat diminta pertanggungjawaban serta belum tentu memperjuangkan aspirasi rakyat.
"Agar jangan memilih 'kucing dalam karung', mari sama-sama untuk berpartisipasi dan memilih orang yang paling pantas," tutur Abdullah Rasyid yang juga Staf Khusus Menteri Kordinator Perekonomian RI ini.
[zul]